Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reaksi Cak Imin soal Murid SD di Medan Dihukum Duduk di Lantai

Cak Imin prihatin murid SD dihukum duduk di lantai karena tunggakan SPP.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Reaksi Cak Imin soal Murid SD di Medan Dihukum Duduk di Lantai
Tribunnews.com/ rizki sandi saputra
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan keprihatinannya atas tindakan seorang wali kelas di SD Yayasan Abdi Sukma, Medan, yang menghukum MI (10), murid kelas IV untuk duduk di lantai selama jam pelajaran.

Hukuman ini diberikan karena murid tersebut belum membayar tunggakan SPP selama tiga bulan.

Cak Imin pun meminta kepada seluruh sekolah, baik swasta maupun negeri, untuk melaporkan masalah yang dihadapi kepada pemerintah.

"Memprihatinkan ya kepada semua penyelenggara sekolah, please tolong kalau ada masalah sampaikan kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Pasti akan kita carikan solusi," ungkap Cak Imin di Jakarta pada Sabtu, 11 Januari 2025.

Cak Imin juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan berbagai masalah.

"Saya jamin, Presiden Prabowo sudah berkomitmen, semua masalah yang dihadapi rakyat akan kita atasi," tambahnya.

Sebelumnya, murid kelas IV SD Yayasan Abdi Sukma berinisial MI dilarang mengikuti proses belajar mengajar di kelas oleh wali kelasnya, Haryati.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia disuruh duduk di lantai selama berjam-jam, dari 6 hingga 8 Januari, karena menunggak pembayaran uang sekolah sebesar Rp180 ribu.

Video yang menunjukkan pelajar tersebut duduk di lantai pun viral di media sosial.

Baca juga: Anies Baswedan Tanggapi soal Murid SD di Medan Dihukum Duduk di Lantai

Reaksi Keluarga

Ibu MI, Kamelia, mengungkapkan perasaannya saat melihat anaknya diperlakukan demikian.

"Saya menangis benar-benar teriak karena dari hari Senin sampai Rabu anak saya disuruh duduk di lantai dari pagi sampai jam 1 siang," ungkapnya saat dijumpai di kediamannya di Gang Jarak, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (10/1/2025).

Ia mengaku sangat terpukul melihat anaknya yang berusaha menimba ilmu justru diperlakukan seperti gelandangan di hadapan teman-temannya.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas