Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gunung Semeru Ditutup, Pendaki Nekat Masuk Jalur Ilegal

Tindakan pendaki yang nekat naik Gunung Semeru saat ditutup bikin kecewa pengelola.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Isti Prasetya
Editor: timtribunsolo
zoom-in Gunung Semeru Ditutup, Pendaki Nekat Masuk Jalur Ilegal
Tangkapan Layar
Viral rombongan pendaki nekat menaiki puncak Gunung Semeru saat pendakian sedang ditutup. Pihak TNBTS langsung bertindak menelusuri, Kamis (23/1/2025) 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah video yang menunjukkan rombongan pendaki berhasil mencapai puncak Gunung Semeru menjadi viral di media sosial.

Video ini diunggah oleh akun Instagram @jejakpendaki, Selasa (21/1/2025).

Namun, pendakian di Gunung Semeru saat ini masih ditutup karena adanya potensi cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik.

Pendakian di Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, ditutup hingga 8 Februari 2025.

Penutupan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan pendaki.

"Penutupan sementara dilakukan demi keselamatan pendaki," ungkap Endrip Wahyutama, Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Baca juga: Viral Pendaki Nekat Naik Gunung Semeru yang Ditutup, Diduga Lewat Jalur Ilegal, Pengelola Bertindak

Dalam narasi video tersebut, rombongan pendaki nekat menggunakan jalur ilegal untuk mencapai puncak Semeru pada Sabtu (18/1/2025)

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak pengelola saat ini sedang berupaya mencari identitas pendaki tersebut untuk dimintai klarifikasi.

"Kami terus melacak akun dan nomor HP tersebut untuk meminta klarifikasi terkait kegiatan ini. Kami sudah mengirimkan pesan singkat dan menghubungi, tetapi belum ada tanggapan dari yang bersangkutan," kata Endrip saat dikonfirmasi pada Kamis (23/1/2025).

Pihak TNBTS menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan pendaki yang melanggar aturan di tengah kondisi yang berbahaya.

"Kami sangat menyayangkan dengan postingan tersebut di tengah kondisi pendakian tutup dan kondisi Semeru yang saat ini sangat berbahaya untuk melakukan pendakian ke puncak Semeru," tegas Endrip.

Dengan situasi ini, pengelola berharap agar para pendaki mematuhi aturan yang ada demi keselamatan bersama.

(Tribunnews.com/Isti Prasetya)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas