Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Update Kasus Keracunan Massal di Ponorogo: Naik ke Penyidikan hingga Hasil Laboratorium Keluar

Kasus keracunan di Ponorogo terus berkembang. Hasil laboratorium telah keluar, simak informasi selengkapnya!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Update Kasus Keracunan Massal di Ponorogo: Naik ke Penyidikan hingga Hasil Laboratorium Keluar
Polsek Bungkal/Fatoni
KERACUNAN MASSAL PONOROGO - Petugas dari Polsek Bungkal saat melakukan penyelidikan keracunan massal pada korban di Puskesmas Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (1/2/2025). Sebanyak puluhan pengasuh dan santri Ponpes di Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo mengalami keracunan setelah menyantap sate gulai saat buka puasa, Kamis (30/1/2025) malam. Di waktu yang sama, puluhan warga Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, juga mengalami keracunan massal bahkan salah satu korban meninggal dunia. Kedua kasus keracunan massal di Ponorogo ini diduga berasal dari makanan sate gulai kambing dipesan di katering yang sama. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus keracunan yang melanda Ponorogo, Jawa Timur, kini memasuki tahap penyidikan.

Puluhan warga di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, serta santri dan pengajar di pondok pesantren di Desa Belang, Kecamatan Bungkal, mengalami keracunan setelah menyantap sate dan gulai.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah beralih ke penyidikan.

"Sudah menjadi penyidikan," katanya dalam keterangan yang dikutip dari TribunJatim.com pada Jumat, 7 Februari 2025.

Rudy juga mengungkapkan bahwa hasil laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah keluar.

Namun, pihak kepolisian belum dapat membeberkan hasil tersebut kepada publik.

"Labkesda harus didampingi provinsi untuk menerjemahkan. Dan ini belum," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sampel yang diambil tidak hanya mencakup makanan, tetapi juga air dan bahan makanan lainnya. "Yang diambil sampelnya bukan hanya gulai, tetapi juga air kran, kecap, air putih, dan bahan dasar pembuatan sate dan gulai," tegasnya.

Dari informasi yang diperoleh, sebanyak 46 warga Desa Bondrang mengalami gejala keracunan setelah menyantap sate dan gulai pada Kamis, 30 Januari 2025 malam.

Selain itu, puluhan santri dan pengasuh pondok pesantren di Desa Belang juga mengalami keracunan pada Jumat, 31 Januari 2025.

Dalam upaya penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa 41 saksi, termasuk pemilik katering yang menyediakan makanan di kedua lokasi tersebut.

Baca juga: Kasus Keracunan Massal di Ponorogo Naik Penyidikan, Hasil Laboratorium Sudah Keluar

"41 saksi kami periksa, termasuk pemilik katering, karena penyedia katering sate dan gulai di dua tempat yang mengalami keracunan sama," ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Andin, pada Senin, 3 Februari 2025.

Kasus ini terus berkembang dan pihak berwenang berkomitmen untuk mengungkap penyebab pasti keracunan yang menimpa warga dan santri tersebut.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Update Keracunan di Ponorogo, Kasus Sudah Naik ke Penyidikan, Hasil Laboratorium Sudah Keluar

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas