Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demo Ricuh di Luwu Utara, Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi, Korban Dipukul hingga Dipiting

Aksi damai mahasiswa di Luwu Utara berujung ricuh, dugaan penganiayaan oleh polisi terungkap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Demo Ricuh di Luwu Utara, Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi, Korban Dipukul hingga Dipiting
Tribun-Timur.com/Istimewa
DEMO RICUH - Salah satu peserta aksi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kerukunan Luwu Utara (Hikmah Lutra) diduga mendapat kekerasan saat demo depan Mapolres Luwu Utara, Selasa (21/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, Luwu Utara – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Kerukunan Luwu Utara di depan Mapolres Luwu Utara, Kecamatan Masamba, berujung ricuh, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Sekitar 20 mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut mengangkat isu "Tambang: Solusi atau Ancaman" dan menuntut evaluasi kinerja Polres serta Pemda Luwu Utara, serta kejelasan legalitas aktivitas pertambangan di wilayah itu.

Aksi yang berlangsung damai itu berubah menjadi kekacauan ketika beberapa mahasiswa mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari oknum kepolisian.

Baca juga: Oknum Polisi di Sumut Dihukum Patsus Selama 30 Hari, Pelaku Lempar Warga Pakai Botol

"Penyampaian pendapat di muka umum dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28E. Sayangnya, tindakan yang ditunjukkan oleh Polres Luwu Utara justru mencederai semangat konstitusi," ujar Wakil Jenderal Lapangan, Reski Aldiansyah.

Reski menegaskan bahwa jika pelaku dugaan penganiayaan terhadap peserta aksi tidak ditindak, mereka akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar.

"Jika pelaku tidak ditangkap hari ini, 21 Mei 2025, kami akan aksi lagi," tegasnya.

Dugaan Penganiayaan

Salah satu peserta aksi, Dirga, menyatakan bahwa ia melihat dua temannya mengalami tindakan represif.

Rekomendasi Untuk Anda

"Teman saya ada yang dipukul pakai siku, satu orang lagi dipiting," ungkap Dirga kepada TribunTimur.com.

Menurutnya, meskipun aksi dimulai dengan damai, polisi tiba-tiba membubarkan massa secara paksa.

Baca juga: Viral di Ternate, Oknum Polisi Ngamuk Ancam Warga Pakai Pisau, Motif Sakit Hati Ibunya Dianiaya

"Kami memang sempat mau bakar ban, tapi di pinggir saja. Tidak mengganggu jalan. Namun, beberapa menit setelah aksi dimulai, polisi langsung membubarkan paksa," tambahnya.

Saat ini, korban dugaan kekerasan tersebut sedang menjalani visum.

"Tadi teman-teman bawa ke visum," tandas Dirga.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Demo Soal Tambang di Lutra, Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi

(Tribun-Timur.com/Muh. Sauki Maulana)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas