Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pabrik Garmen di Sleman Terbakar, 1.800 Karyawan Dirumahkan

Pemkab Sleman juga membuka layanan konsultasi dan pengaduan di Kantor Disnaker bagi pekerja terdampak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pabrik Garmen di Sleman Terbakar, 1.800 Karyawan Dirumahkan
Tribun Jogja / Ahmad Syarifudin
KEBAKARAN: Situasi pascakebakaran yang terjadi di pabrik Garmen di wilayah Balong, Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN – Asap masih mengepul dari reruntuhan pabrik PT Mataram Tunggal Garmen di Dusun Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (21/5/2025) siang.

Kebakaran hebat yang melanda sejak dini hari bukan hanya meluluhlantakkan bangunan dan peralatan produksi, tapi juga membawa awan ketidakpastian bagi sekitar 1.800 karyawan, mayoritas perempuan usia produktif.

Demi alasan keamanan dan belum pulihnya fasilitas produksi, pihak perusahaan terpaksa merumahkan seluruh karyawan tanpa batas waktu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih, menyatakan bahwa pihaknya mendorong adanya perjanjian bipartit antara manajemen dan perwakilan pekerja untuk memastikan hak-hak karyawan tetap terlindungi selama masa non-aktif.

"Statusnya saat ini dirumahkan, tapi belum jelas sampai kapan. Kami harap ada kesepakatan tertulis, agar tak timbul masalah di kemudian hari," tegas Sutiasih.

Pemkab Sleman juga membuka layanan konsultasi dan pengaduan di Kantor Disnaker bagi pekerja terdampak, serta menyiapkan skema pelatihan dan bantuan sosial jika ke depan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga: 9 Orang Meninggal di Kebakaran Pabrik Pakan Ternak di Bekasi, Perusahaan Siap Tanggung Jawab

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memastikan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya memberikan pendampingan psikologis dan hukum, Pemkab juga tengah menjajaki relokasi sementara tempat produksi agar aktivitas garmen bisa kembali berjalan.

"Yang paling penting bagi kami adalah mencegah PHK massal. Karena ini menyangkut hajat hidup banyak keluarga Sleman," ujar Danang.

Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah bekas pabrik milik PT Primissima di Jalan Magelang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menyebut bahwa bangunan tersebut memiliki spesifikasi mirip industri garmen dan sedang dibicarakan lebih lanjut dengan manajemen PT MTG.

Menghadapi Dampak, Menjaga Asa

Pabrik garmen yang terbakar ini dikenal sebagai salah satu penyumbang ekspor terbesar di Sleman.

Menurut data, ribuan pesanan dari luar negeri tengah menunggu penyelesaian.

Karena itu, relokasi sementara bukan hanya soal menyelamatkan karyawan, tapi juga mempertahankan kepercayaan global terhadap industri tekstil lokal.

Sampai saat ini, belum ada kepastian soal nilai kerugian ataupun waktu pasti pemulihan pabrik yang terbakar.

Namun satu hal jelas, semangat gotong royong antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja kini jadi kunci menjaga nyala harapan di tengah puing-puing kebakaran.

Kebakaran hebat melanda bangunan pabrik garmen, PT Mataram Tunggal Garment (MTG) di Dusun Balong, Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. 

Peristiwa tersebut menyebabkan pengiriman tiga kontainer bahan jadi siap ekspor dibatalkan. 

"Ada info dari perusahaan, sebenarnya hari ini ada tiga kontainer yang akan masuk untuk mengangkut bahan jadi yang sudah siap ekspor. Tapi karena ini kejadian, semua dibatalkan," kata Danang Maharsa, Rabu (21/5/2025). 

Kronologi Kejadian  

Api mulai muncul dan membakar pabrik garmen PT MTG ini sekira pukul tiga dinihari.

Untuk memadamkan api, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengerahkan lima unit armada mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Proses pemadaman juga melibatkan mobil pemadam dari daerah lain seperti Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, maupun Kabupaten Magelang.

Dibantu juga mobil pemadam dari relawan Red Kar, UGM dan Baracuda Polda DIY. 

Menurut Danang, berdasarkan pantauan di lokasi menjelang siang, titik api skala besar sudah terkondisi.

Pendinginan dilakukan karena masih ada titik-titik bara yang menyala sehingga di seputar lokasi kejadian masih diamankan. 

"Kami menstandby-kan tiga pemadam di sana. Mereka masih melakukan proses pemadaman dibeberapa titik sampai nanti aman," ujarnya. 

Libatkan 2 institusi 

Kepala Satpol-PP Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan proses identifikasi peristiwa kebakaran di PT MTG akan melibatkan dua pihak.

Pertama dari Inspektur Kebakaran Bidang Damkar Satpol-PP Kabupaten Sleman dan kedua dari pihak Polresta Sleman. Saat ini di lokasi kejadian sedang dilakukan pendinginan. 

"Sekarang di lokasi masih proses pendinginan. Jadi belum bisa membongkar, karena ada beberapa titik api yang sempat mengenai benda kimia. Tapi sebagian terutama di area selatan timur ini sudah diamankan. Harapan kami nanti sore sudah aman. Sehingga petugas bisa masuk dan melakukan investigasi," ujarnya. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pabrik Garmen di Sleman Terbakar, Pengangkutan Tiga Kontainer Bahan Siap Ekspor Dibatalkan, https://jogja.tribunnews.com/2025/05/21/pabrik-garmen-di-sleman-terbakar-pengangkutan-tiga-kontainer-bahan-siap-ekspor-dibatalkan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W

 

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas