Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menhut Raja Juli Minta Ego Sektoral Dihapus demi Cegah Karhutla di Kalbar

Menhut Raja Juli minta semua pihak hilangkan ego sektoral dan tingkatkan kolaborasi untuk cegah karhutla di Kalimantan Barat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Menhut Raja Juli Minta Ego Sektoral Dihapus demi Cegah Karhutla di Kalbar
dok. Kemenhut RI
ANTISPASI KARHUTLA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat pimpin apel kesiapsiagaan karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025)/ dok. Kemenhut RI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta para pemangku kebijakan terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mampu meruntuhkan ego sektoralnya masing - masing. 

Ia menyatakan pemerintah pusat, daerah, antar kementerian dan lembaga, BMKG, TNI dan Polri harus berkoordinasi dan bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi karhutla. Ini dia sampaikan saat memimpin apel kesiapsiagaan karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025).

"Tembok-tembok ego sektoral kalau masih ada mohon segera mungkin diruntuhkan," kata Raja Antoni dalam keterangan resmi Kemenhut RI, Jumat (6/6/2025). 

Baca juga: Menteri LH Ungkap 184 Titik Panas Potensi Karhutla Terdeteksi di Beberapa Wilayah

Menurut dia, jika ego sektoral tetap dipertahankan maka masyarakat akan menjadi korban. Semua pihak diharapkan tidak mengutamakan kepentingan sendiri atau merasa lepas tanggung jawab tanpa mau berkoordinasi.

Adapun berdasarkan data Kemenhut per 22 April 2025, total area terdampak karhutla di Provinsi Kalimantan Barat tercatat 494 hektare. Angka ini di bawah Riau dengan 699 hektare dan di atas Aceh 296 hektare terdampak.

"Semua rakyat Indonesia akan jadi korban, oleh karena itu kita tingkatkan kolaborasi keberhasilan kita juga untuk terus menurunkan angka Karhutla," tuturnya. 

Lanjutnya, aspek penegakan hukum juga wajib dijalankan secara efektif untuk menghadirkan efek jera bagi mereka yang lalai atau enggan berupaya mencegah potensi kejadian karhutla.

Rekomendasi Untuk Anda

Raja Antoni kemudian mengingatkan kejadian kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan Barat dan Pontianak beberapa tahun lalu.

Di mana kala itu asap menyelimuti langit Kalbar, hingga bandara di Pontianak ditutup selama hampir satu bulan. Banyak masyarakat yang terkena penyakit pernapasan dan sekolah diliburkan.

"Harus diingatkan kembali, harus hati-hati, jangan terlibat pada kebakaran hutan dan lahan, bersama-sama mengantisipasi menekan angka karhutla di Kalbar," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas