Jejak Pelarian Pelaku Pembunuhan Berantai di Aceh Tenggara, Kawasan Hutan Dipantau Pakai Drone
Polres Aceh Tenggara masih memburu pelaku pembunuhan berantai berinisial P. Drone digunakan untuk pantau keberadaan pelaku di kawasan pegunungan.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Pelaku pembunuhan berantai di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara, Aceh, masih buron.
Polres Aceh Tenggara melakukan penyisiran di kawasan hutan hingga puncak Pegunungan Kompas, Alur Baning yang menjadi tempat tinggal pelaku berinisial P.
Sebanyak lima orang tewas dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada Senin (16/6/2025) lalu.
Kasi Humas Polres Aceh Tenggara, AKP J Silalahi, menyatakan tim gabungan dibentuk untuk menangkap pelaku terdiri dari Polsek Babul Rahmah, Polsek Lawe Alas, Polsek Semadam, Polsek Bukit Tusam, Polsek Babul Makmur, Satresnarkoba, Sat Intelkam, dan Satreskrim Polres Aceh Tenggara.
"Pelaku pembacokan tinggal berdua dengan ayahnya di pedalaman puncak gunung tanpa penerangan (listrik)," paparnya, Jumat (20/6/2025), dikutip dari TribunGayo.com.
Kendala dalam proses penangkapan yakni jalur yang ekstrim dan mobil tak dapat masuk.
Penyidik menggunakan drone untuk memantau lokasi pelaku.
"Jalan ini hanya bisa sebagian dilalui dengan sepeda motor dan pejalan kaki."
"Alat drone sudah dipakai, namun tidak terlihat keberadaan pelaku karena kondisi kawasan yang di penuhi semak belukar," tandasnya.
Petugas kepolisian dilengkapi persenjataan untuk memberi perlindungan.
Pj Pengulu Alur Baning, Priska Malau, menjelaskan pelaku tinggal bersama ayahnya dan lokasi rumah sekitar 4 kilometer dari permukiman warga.
Baca juga: Fakta Sianida dalam Pembunuhan di Jambi, Dibeli Online setelah Hubungan Sesama Jenis Kandas
Pelaku tinggal di kawasan pegunungan beberapa tahun terakhir.
"Kami tidak mengenal pelaku pembunuhan apalagi orangtua, karena bukan tinggal di desa kami," bebernya.
Belum ditangkapnya pelaku membuat warga waspada lantaran P masih membawa senjata tajam.
Kesaksian Nenek
Identitas lima korban tewas yakni Nayan (50), Elvi (16), Laura (13), Fajri (2) dan Dayat (26).
Diketahui, pelaku dan para korban masih memiliki hubungan keluarga.
Awalnya, pelaku membunuh tiga sepupu yaitu Laura, Fajri dan Elvina.
Pelaku kemudian membacok tetangga korban Matiah, namun nyawanya dapat diselamatkan.
Baca juga: 2 Korban Pembunuhan di Padang Pariaman Ternyata Teman Dekat, Salah Satunya Pacar Pelaku
Paman pelaku, Nayyan Basri yang sedang bersama anaknya, Hidayat dibunuh di rumah.
Aksi pembacokan membuat nenek Samidah (70) berduka lantaran anak dan cucunya tewas.
Samidah yang juga nenek dari pelaku tak menyangka menemukan jasad cucunya yang masih balita tergeletak di rumah.
Samidah menceritakan pelaku tinggal di kawasan pegunungan dan datang ke Desa Uning Sigurgur untuk cash handphone serta senter.
"Saya cukup sedih melihat empat orang cucu dan satu anak kandung saya jadi korban brutal pembunuhan yang dilakukan cucunya sendiri."
"Seorang tetangga jadi sasaran tersangka. Namun, masih selamat dan dirawat di RSUD Sahuddin Kutacane," paparnya, Selasa (17/6/2025), dikutip dari TribunGayo.com.
Menurutnya, tak ada permasalahan keluarga antara pelaku dan para korban.
"Terkejut sekali melihat tersangka tega menghabisi nyawa anak dan 4 cucunya. Tak sanggup saya menceritakan pak," imbuhnya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunGayo.com dengan judul Pelaku Pembunuhan di Aceh Tenggara Belum Tertangkap, Polisi Buru Hingga ke Hutan
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunGayo.com/Asnawi Luwi)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.