Perayaan Tumpek Uye di Bali Berlangsung Meriah
Tumpek Uye dimaknai sebagai hari suci pemuliaan terhadap binatang atau satwa dan menjadi momentum menjaga keseimbangan ekosistem.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Erik S
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perayaan Tumpek Uye untuk melindungi satwa diselenggarakan meriah di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali.
Prosesi perayaan ini dipimpin langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali, sebagai bagian dari komitmen nyata menjaga alam dan satwa dalam bingkai kearifan lokal Sad Kerthi.
Tumpek Uye dimaknai sebagai hari suci pemuliaan terhadap binatang atau satwa dan menjadi momentum penting memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Bali dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Baca juga: Wamen Giring Minta Asosiasi Tari dan Koreografer Perkuat Ekosistem Seni Pertunjukan Indonesia
Acara perayaan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh makna. Gubernur Koster menegaskan, perayaan ini bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari filosofi hidup masyarakat Bali yang menghormati semua makhluk ciptaan Tuhan.
“Sad Kerthi adalah pondasi spiritual dan ekologis yang harus terus dijaga. Melalui Tumpek Uye, kita diajak untuk menyayangi dan melindungi satwa sebagai bagian dari kehidupan,” ujar Wayan Koster dikutip Sabtu, 19 Juli 2025.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan edukatif dan simbolik, seperti pelepasan burung dan penanaman pohon, yang mencerminkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama, dan generasi muda menunjukkan bahwa semangat Tumpek Uye telah meresap ke berbagai lapisan masyarakat.
Eka Lestari Sinaga, salah satu pegiat lingkungan dan sosial menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah konkret yang dilakukan Pemprov Bali, termasuk persembahyangan bersama dan aksi simbolik pelestarian lingkungan.
Dia mengaku hadir dari Jakarta memenuhi undangan perayaan Tumpek Uye sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur Bali.
“Saya merasa terhormat bisa ikut serta dalam perayaan ini. Ini bukan hanya tentang budaya, tapi juga tentang tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga alam dan semua makhluk hidup di dalamnya,” ungkapnya.
Baca juga: Promosi Doktor FEB UI, Eko Surya Lesmana Ungkap Strategi BPKH dalam Ekosistem Keuangan Haji
Setelah melakukan sembahyang di Pura Sakenan, dia menuju menuju halaman depan Pura bersama Gubernur Wayan Koster, Sekdaprov Dewa Made Indra, serta pejabat Pemprov Bali lainnya untuk melanjutkan rangkaian Rahina Tumpek Uye 2025.
Eka mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meneladani nilai-nilai Tumpek Uye dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jaga alam, hormati satwa, dan hidup selaras dengan semesta. Karena bumi bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan untuk anak cucu kita,” ajaknya.
Baca tanpa iklan