Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gara-gara Kibarkan Bendera One Piece, Rumah Pemuda Tuban Digeruduk Polisi hingga Intel Kodim

Cerita pemuda didatangi polisi hingga intel Komando Distrik Militer (kodim) gara-gara kibarkan bendera One Piece dari Tuban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Gara-gara Kibarkan Bendera One Piece, Rumah Pemuda Tuban Digeruduk Polisi hingga Intel Kodim
TribunJatim.com/Istimewa
ONE PIECE - Bendera bajak laut One Piece berkibar di atas atap rumah milik A (26), warga Kecamatan Kerek, Tuban, sebelum akhirnya diturunkan. Rumah A kemudian geruduk aparat gabungan dari polsek hingga intel Kodim. 

A dalam kesempatannya mengungkap alasannya mengibarkan bendera One Piece di rumahnya.

Ia tidak memiliki motif politik maupun berniat jahat lainnya.

A hanya mengikuti tren yang tersebar di media sosial.

“Alasan pertama sih sebenarnya cuma FOMO, cuma ikut-ikutan kayak di trend TikTok, selain itu juga suka animenya,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).

FOMO sendiri adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang dalam bahasa Indonesia berarti takut ketinggalan.

A menambahkan, dirinya mendapatkan pelajaran dari kejadian yang menimpanya.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak ikut-ikutan mengibarkan bendera One Piece.

Rekomendasi Untuk Anda

“Intinya jangan dikibarkan terus kalau ada teman-temannya yang lain misal mau mengibarkan, nggak usah,” pungkasnya.

Sementara itu, Tribunnews.com sudah mengubungi Polsek Kerek dan Polres Tuban untuk meminta keterangan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan jawaban.

Respons Pemerintah soal Polemik Pengibaran Bendera One Piece

Anggota DPR Fraksi PKB

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Anna Mu’awanah mengimbau semua pihak untuk mewaspadai fenomena maraknya pengibaran bendera One Piece di berbagai wilayah.

Anna menilai aksi ini berpotensi mengaburkan semangat nasionalisme dan jati diri bangsa.

"Pengibaran bendera One Piece ini memang tidak secara jelas menunjukkan tujuan politik, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa simbol ini memiliki sejarah dan konotasi kurang baik di beberapa negara. Apalagi dilakukan di bulan sakral kelahiran Republik Indonesia," ujar Anna kepada wartawan, Minggu (3/8/2025).

Anna lantas menyarankan supaya masyarakat tetap mengedepankan simbol-simbol nasional, khususnya bendera Merah Putih sebagai lambang resmi negara.

"Jadi sebaiknya kita tidak mengibarkan bendera One Piece, kibarkan bendera tercinta kita saja, bendera Merah Putih," ucap anggota Komisi XI DPR RI itu.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas