Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Longsor Landa TPA Galuga Bogor, Satu Orang Operator Beco Tewas

Dalam foto yang diterima wartawan, mobil ambulans telah tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Longsor Landa TPA Galuga Bogor, Satu Orang Operator Beco Tewas
ISTIMEWA
LONGSOR - Insiden longsor melanda tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Bogor, Senin (11/8/2025). Akibat kejadian itu satu orang dinyatakan tewas yakni petugas operator beco belum diketahui inisialnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Insiden longsor melanda tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Bogor, Senin (11/8/2025).

Akibat kejadian itu satu orang dinyatakan tewas yakni petugas operator beco belum diketahui inisialnya.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Muhammad Heri Hermawan membenarkan peristiwa tersebut.

"Satu orang meninggal dunia," ucapnya kepada wartawan, Senin (11/8/2025).

"Operator beco," sambungnya.

Baca juga: Bertemu Menteri LHK, Bupati Bogor Bahas Rencana Pengelolaan TPA Galuga Berbasis Sanitary Landfill

Heri belum menjelaskan secara rinci ihwal kronologi insiden sampah longsor tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Sampah longsor di TPA Galuga terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam foto yang diterima wartawan, mobil ambulans telah tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah.

Korban dalam kondisi tertimpun longsor.

Tampak sejumlah warga sekitar juga berkerumun melihat longsor di TPA Galuga.

Diketahui saat ini TPA Galuga telah mengalami kondisi overkapasitas karena volume sampah yang masuk mencapai sekitar 800–900 ton per hari, melebihi kapasitas penanganannya.

TPA Galuga kini direncanakan masuk dalam program strategis nasional untuk mengolah sampah menjadi listrik.

Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor juga mulai menata sistem kerja sama pengelolaan dan infrastruktur zona sampah.

Sistem pengelolaan pun berencana beralih dari metode open dumping ke sanitary landfill demi penanganan yang lebih baik.

Kondisi pengelolaan yang belum optimal menyebabkan pencemaran lingkungan—meliputi pencemaran air, tanah, dan udara—serta berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan sosial bagi warga sekitar.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas