Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nabire Diguncang 116 Kali Gempa Susulan sejak Jumat, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

BMKG catat 116 gempa susulan di Nabire sejak Jumat. Warga diminta tetap waspada dan hindari bangunan rusak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Nabire Diguncang 116 Kali Gempa Susulan sejak Jumat, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
HO/AI Chat GPT
GEMPA - Warga Nabire berhamburan keluar bangunan saat gempa susulan mengguncang, suasana panik menyelimuti jalanan kota. 

TRIBUNNEWS.COM - Guncangan masih terus terasa di Nabire, Papua Tengah sejak gempa utama bermagnitudo 6,6 pada Jumat 19 September 2025 dini hari. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas seismik yang signifikan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta waspada terhadap potensi gempa susulan.

Aktivitas seismik adalah segala bentuk pergerakan atau getaran yang terjadi di dalam kerak bumi akibat pelepasan energi dari sumber gempa

Aktivitas seismik biasanya dipantau oleh lembaga seperti BMKG untuk mengetahui potensi bahaya dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. 

Aktivitas seismik merujuk pada rangkaian gempa yang terus terjadi setelah gempa utama magnitudo 6,6.

Terbaru terjadi dua gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo 3,2 dan 3,5, Sabtu (20/9/2025) pukul 19.47 WIT dan Minggu (21/9/2025) 05.43 WIT.

Gempa bumi tersebut merupakan susulan dari gempa utama bermagnitudo 6,6 yang mengguncang Nabire, Jumat (19/9/2025)  pukul 03.19 WIT.

Rekomendasi Untuk Anda

BMKG menyebut episenter gempa Sabtu malam berada di darat, 10 kilometer tenggara Nabire, pada kedalaman 24 kilometer.

Sementara itu, gempa Minggu dini hari berpusat di darat, 9 kilometer tenggara Nabire, pada kedalaman 27 kilometer.

Berdasarkan kedalaman dan lokasi pusat gempa, BMKG menyimpulkan keduanya merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Aktivitas sesar aktif adalah pergerakan atau pergeseran pada patahan (sesar) di kerak bumi yang masih aktif dan berpotensi menimbulkan gempa bumi.

Sesar aktif merupakan jalur retakan di batuan bumi tempat dua blok batuan saling bergeser, baik secara horizontal maupun vertikal.

Ciri-ciri aktivitas sesar aktif:

Terjadi di wilayah dengan riwayat gempa bumi

Menimbulkan gempa dangkal (kedalaman < 60>

Dapat memicu gempa utama maupun gempa susulan

Guncangan dirasakan warga Nabire dengan intensitas II–III MMI, yang ditandai dengan getaran ringan dan benda-benda gantung yang bergoyang.

BMKG mencatat hingga Minggu malam telah terjadi 116 kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

Gempa susulan terbesar terjadi Jumat pagi pukul 07.53 WIT dengan magnitudo 5,1.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, mengimbau warga tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari BMKG.

"Masyarakat untuk menjauhi bangunan retak atau rusak serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali ke dalam rumah atau bangunan," imbau Yustus lewat keterangan tertulisnya.

Informasi resmi dan terkini terkait gempa dapat diakses melalui situs BMKG atau kanal resmi lainnya. 

Dampak Gempa Nabire

‎Sejumlah fasilitas umum, seperti, kaca bandar udara (Bandara) baru Douw-Aturure Wanggar-Nabire picah, Ballroom Kantor Gubernur dan beberapa ruangan lainnya rusak, Jalan Aspal sebelum jembatan Sanoba-Siriwini retak dan hampir ambruk, dan Jaringan Telkomsel termasuk internetnya mati total sejak dini pukul 05.47 WIT. 

‎Sekertaris Umum Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Dani M.B. Wonda membenarkan fasilitas kantor gubernur seperti Ballroom rusak.

‎"Kita dari KPA ada mau ikut giat dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, namun karena, gedung ballroom rusak jadi dibatalkan dan dipindahkan besok, Sabtu (20/9/2025) di Kantor Bapperida Provinsi," ujar Wonda.‎

‎Dampak gempa juga meluas hingga ke beberapa sekolah dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) meliburkan siswa-siswi nya untuk hari Jumat, 19 September 2025.

‎"Kelas 1 sampai kelas 6, semua pulang. Kecuali kelas 5 kita latihan upacara untuk hari senin," ungkap Kepala Sekolah SD Inpres Karang Mulia-Nabire, Yahya Yoas Waita, sambil memulangkan siswa-siswinya.

‎‎Masih pantauan TribunPapuaTengah.com, sepanjang jalan kepanikan warga terlihat dan anak-anak sekolah sedang berjalan kaki pulang ke rumah.

"Kami disuruh pulang karena, gempa jadi. Besok tetap masuk," pungkas Rio Dogopia anak SD YPPK St. Petrus Nabire, Kelas 1D.

‎‎Hingga berita ini diturunkan jaringan masih hilang total. Pengiriman berita ini menggunakan jaringan Starlink di salah satu cafe di Nabire.

Waspada Hoaks

‎Menyikapi kepanikan warga dampak sebaran isu liar, Koordinator Wilayah (Korwil) Asosiasi Wartawan Papua (AWP) Provinsi Papua Tengah, Melkianus Dogopia menegaskan waspada isu liar tidak bertanggungjawab.

‎Ia mengajak warga membaca berita resmi terkait informasi BMKG dan Imbauannya jika ada.

‎"Warga masyarakat dimana pun, bahwa tidak terprovokasi dengan isu liar yang tidak jelas. Pastikan diri, konsumsi informasi benar dan baik dari sumber terpercaya," jelas Dogopia.

Artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul Dua Gempa Susulan Guncang Nabire, BMKG Catat Ada 116 Kali Getaran Sejak Jumat

Sumber: Tribun Papua
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas