Atap Gedung KPT Brebes Ambruk, Dua Pekerja dan Bocah Alami Luka-luka
Atap dropzone Gedung KPT Brebes, Jawa Tengah ambruk saat lomba anak berlangsung, tiga korban luka termasuk dua pekerja dan seorang bocah.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Bangunan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jawa Tengah ambuk pada bagian atap dropzone, Minggu (21/09/2025) siang.
Istilah dropzone di gedung biasanya merujuk pada area khusus untuk menurunkan penumpang atau barang di depan atau sekitar bangunan. kantor, rumah sakit, sekolah, atau bandara.
Dua pekerja dan seorang bocah mengalami luka-luka akibat insiden ini.
Saat kejadian, Pemkab Brebes tengah mengadakan lomba layangan dan push bike di halaman kantor pemerintahan.
Bocah bernama Farhana (7) terkena reruntuhan atap dan mengalami nyeri di tangan.
Dua pekerja bernama Juswanto (39) dan Abdullah (35) mengalami luka serius dan masih dirawat intensif.
Mereka sedang melakukan perbaikan gedung yang digunakan untuk menggabungkan berbagai instansi pemerintahan dalam satu lokasi.
Kedua korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Brebes.
Korban Juswanto mengalami patah sebagian tulang, sedangkan Abdullah mengalami luka di bagian kulit yang memerlukan jahitan.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menjelaskan garis polisi telah dipasang agar warga tak mendekati bangunan yang ambruk.
"Kami cek lokasi dan memasang police line untuk menjaga jarak aman barangkali ada roboh susulan."
Baca juga: Cerita Yuda Hadapi Banjir Bali: Pagar Roboh, Mobil Rusak, dan Evakuasi Bayi Lewat Tembok
"Kami juga investigasi menelusuri apa penyebab roboh," ungkapnya, dikutip dari TribunJateng.com.
Ia memberikan bantuan ke keluarga korban dan mengaku turut prihatin dengan iniden ini.
"Untuk dua korban, kondisi satunya luka berat, satunya luka ringan," imbuhnya.
Polisi masih menyelidiki penyebab atap roboh dan menemukan aktivitas perbaikan yang dilakukan sejumlah pekerja.
"Yang kedua terkait investigasi kita akan lakukan penyelidikan, kita sudah turunkan tim identfvikasi untuk menelusuri penyebab robohnya bangunan tersebut. Jadi tunggu saja kami masih membutuhkan waktu," sambungnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, Sutaryono, membenarkan pemerintah sedang melakukan perawatan gedung.
"Saat ini masih dalam pengerjaan, itu ada tukangnya juga yang ikut menjadi korban," katanya.
Baca juga: Bangunan Masjid di Polman Sulbar Roboh saat Diperbaiki, 2 Korban Tewas
Menurutnya, gedung masih terlihat kokoh dan tak menyangka atapnya ambruk.
"Ini apakah ada unsur kelalaian atau tidak harus kita selidiki kenapa. Karena, kalau bangunan kemarin-kemarin masih berdiri kokoh tapi setelah ini (perbaikan) kok rubuh," lanjutnya.
Sebelumnya, salah satu saksi mata, Zamroni, mengaku mendengar suara keras sebulum atap gedung KPT ambruk.
“Saya itu di bawah bersama teman, sedang ngelas."
"Begitu bangun (dari pengelasan), ada bunyi bletak dari sebelah utara. Kemudian saya lari,” jelasnya.
Ia sempat menarik teman yang jatuh tertimpa reruntuhan.
"Jadinya dua yang jadi korban. Luka itu di bagian tangan dan kaki."
"Kalau untuk patah atau tidaknya saya kurang tahu,” tukasnya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Identitas 4 Korban Tertimpa Atap Gedung KPT Brebes Ambruk, Ada Tukang dan Anak Peserta Lomba
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJateng.com/Wahyu Nur)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.