Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Basarnas Targetkan Evakuasi 4 Korban Terjepit Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Hari Ini

Basarnas menargetkan evakuasi terhadap empat korban yang terjepit reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Basarnas Targetkan Evakuasi 4 Korban Terjepit Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Hari Ini
Tribun Jatim/M Taufik
MUSHALA AMBRUK - Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo masih berusaha melakukan evakuasi di area bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang roboh, Senin (29/9/2025) sore. Sementara dari dalam reruntuhan, terdengar suara beberapa orang meminta tolong yang diduga santri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menargetkan evakuasi terhadap empat korban yang terjepit reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari kedelapan pencarian atau hari ini, Senin (6/10/2025).

Direktur Operasional Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan empat korban tersebut berada di dua titik lokasi berbeda.

Baca juga: Mobil Mercy Tak Berbentuk Lagi di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Dibuang ke TPA, Siapa Pemiliknya?

Tiga di antaranya, berada di area depan.

Sedangkan satu lainnya, berada di area belakang.

Hal itu disampaikan Yudhi saat Rapat Koordinasi Bencana Non Alam Akibat Bangunan Roboh di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025).

"Kami tadi sudah berkoordinasi dengan Pak Dandim dan tim teknis terkait sisi bangunan yang ada di sebelah selatan, yang masih menempel. Ini kita tinggal mengejar itu. Harapannya hari ini bisa selesai," kata Yudhi disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Senin (6/10/2025).

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

"Karena di situ kami masih punya target. Dari sisa kemarin, kalau dari kami ada tiga yang terjepit di sisi (area) A2 di depan, satu (terjepit) di belakang. Jadi ada empat. Di luar itu, mungkin ini bisa bertambah. Jadi target kami ada empat. Mudah-mudahan bisa selesai hari ini. Kemudian kita nanti kita kejar semuanya. Kami tetap akan maksimal," ungkapnya.

Tercatat, Tim SAR gabungan masih mengerahkan alat berat untuk membersihkan puing bangunan.

Satu unit breaker excavator penghancur beton dan dua bucket excavator berbagi tugas membersihkan puing material robohnya gedung musala pondok pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur hingga Minggu (5/10/2025) malam. 

Baca juga: Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi Ponpes Al Khoziny, Tanda Bahaya Keselamatan Ribuan Santri

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D atau yang akrab disapa Aam menjelaskan tujuan penggunaan alat berat tersebut adalah mengangkat dan membersihkan semua puing reruntuhan guna memudahkan tim SAR menemukan jenazah para korban.

"Sedikit demi sedikit, upaya itu membuahkan hasil. Pembersihan puing material telah mencapai 80 persen dan jenazah korban semakin banyak ditemukan," kata Aam dalam Siaran Pers BNPB pada Senin (6/10/2025).

Meski begitu, proses pembersihan puing reruntuhan bukan tanpa kendala.

Ternyata, ada bagian reruntuhan bangunan yang terhubung dengan gedung lama di sebelahnya. 

Posisinya berada di selatan gedung utama yang telah roboh. 

Dengan demikian, tim harus mengatur strategi baru dan penanganan khusus sebagai pemecahan solusi.

Tim SAR gabungan juga tidak mau gegabah mengambil keputusan tanpa perhitungan, apalagi kondisi bangunan lama terlihat miring.

Sedangkan bila dipaksakan, maka dikhawatirkan dapat merusak atau justru memicu robohnya gedung di sebelahnya. 

Konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) pun didatangkan untuk memberikan rekomendasi. 

Alhasil, tim harus membuat penahan gedung lama yang masih berdiri agar selama proses pemotongan dapat dilakukan tanpa merusak apapun.

"Kemarin dari ITS, Bapak Mudji sudah koordinasi dengan Basarnas dan Kodim, akhirnya dipotong, diperkirakan hari ini selesai, serta diberikan penyangga sehingga akan mengurangi risiko apabila bangunan yang roboh itu nanti ditarik. Jadi sudah ada solusi," kata Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia, Senin (6/10/2025).

Penyebab Robohnya Musala Versi BNPB

Sebelumnya, BNPB sempat merilis penyebab robohnya musala di Ponpes Al Khoziny pada Selasa (30/9/2025).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengungkapkan robohnya mushala karena kegagalan teknologi sehingga perlu adanya antisipasi berupa penerapan standar keselamatan konstruksi secara ketat.

"Masyarakat dan pengelola bangunan bertingkat diimbau untuk memastikan pengawasan teknis pembangunan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas