Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Saiful Rosi Abdillah Santri Ponpes Al Khoziny, 3 Hari Bertahan Hidup di Reruntuhan

Selama tiga hari Rosi berada di reruntuhan. Bersama santri lainnya, ia bersalawat dan istighfar. Kala itu yang ada di pikirannya hanya mati.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kisah Saiful Rosi Abdillah Santri Ponpes Al Khoziny, 3 Hari Bertahan Hidup di Reruntuhan
SAR Surabaya via KOMPAS.com
GEDUNG PONPES AL KHOZINY AMBRUK - Petugas SAR Gabungan mengevakuasi korban reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Saiful Rosi Abdillah (14), merupakan satu dari 104 santri yang selamat dari runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kendati selamat, Rosi kehilangan kakinya yang terpaksa diamputasi. Ia hanya bisa pasrah dan  berharap mendapat kaki palsu.

Rosi diketahui selama tiga hari bertahan hidup dalam celah reruntuhan bangunan musala.

Sebelum musala runtuh, ia dan ratusan santri salat Ashar berjamaah. Pada rakaat pertama, ada serpihan kecil dan kayu yang terjatuh dari atas. 

Baca juga: Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi Ponpes Al Khoziny, Tanda Bahaya Keselamatan Ribuan Santri

Namun, Rosi dan santri lain masih menganggap hal itu biasa saja. Bukan sebagai tanda bahaya yang harus diwaspadai.

Tak disangka-sangka, lantai atas langsung runtuh saat rakaat kedua.

"Saya ditarik sama saudara saya. saudara saya lari, saya ikut lari, jatuh. kaki ketimpa reruntuhan," ungkapnya Rosi, seperti diberitakan Surya.id.

Rekomendasi Untuk Anda

Rosi berteriak meminta tolong. Ia panik bukan main.

Namun, santri lain menenangkannya. Ia diminta diam sambil menunggu bantuan.

"Mereka bilang sudah diam saja, tunggu bantuan. Hemat oksigen," cerita Rosi.

Selama tiga hari Rosi berada di reruntuhan. Bersama santri lainnya, ia bersalawat dan istighfar.

"Pikiran sudah mati. mati, mati. Pasrah," kata Rosi.

Hingga di hari ketiga, Rosi mendengar seseorang berteriak menanyakan apakah ada orang di dalam. 

Rosi sontak berteriak sebagai respons.

"Ada pak, sini pak, tolong, tolong. Iya, tunggu tunggu. Ditanyaian namanya siapa," katanya. 

Rosi kemudian berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif di RSUD Notopuro Sidoarjo

Meski tragedi tersebut nyaris merenggut nyawanya, Rosi mengaku tidak trauma mondok. Ia bertekat melanjutkan pendidikan di Ponpes Al Khoziny

"Kalau udah sembuh, mau melanjutkan mondok," tandasnya.

Update terkini jumlah korban tewas disampaikan oleh Basarnas dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).

Tercatat 65 orang meninggal dunia. Enam di antaranya body part atau potongan tubuh.

Dalam keterangan, Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyebut total korban mencapai 169 orang. Dari jumlah tersebut 104 orang selamat.

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Rosi Cuma Ingin Kaki Palsu Usai Diamputasi karena Tertimpa Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny

Sesuai Minatmu
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas