Diduga karena Hadang Jeep, Duel Terjadi di Kintamani Bali, 2 Orang Tewas Ditebas
Dua orang di Kintamani tewas usai duel pada Minggu kemarin. Diduga pemicunya karena pelaku tidak terima mobil Jeep yang dikendarai dihadang korban.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Duel terjadi antara dua keluarga di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Minggu (12/10/2025).
- Pemicu diduga karena pelaku tidak terima mobil Jeep yang dikendarainya dihadang oleh korban.
- Akibatnya, dua orang tewas setelah ditebas oleh para pelaku.
- Polisi pun telah menetapkan tiga pelaku dan mengamankan barang bukti berupa dua bilah pedang dan satu tombak.
TRIBUNNEWS.COM - Perkelahian berujung jatuhnya korban jiwa terjadi di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Minggu (12/10/2025) kemarin.
Di sisi lain, sebenarnya, pemicu perkelahian hanya melibatkan dua orang saja di mana ada komunikasi melalui media sosial dari salah satu korban tewas bernama Jero Sumadi (47) dengan salah satu pelaku.
Dikutip dari Tribun Bali, hal yang dibahas dalam percakapan mereka adalah terkait penghadangan mobil Jeep.
Adapun salah satu terduga pelaku diduga tidak terima dengan tindakan Jero Sumadi yang menghadang mobil Jeep yang dikendarainya.
Alhasil, mereka pun memutuskan untuk bertemu. Namun, persoalan yang dimiliki oleh Jero dan pelaku justru merembet jadi masalah keluarga.
Kemudian, kedua belah pihak pun bertemu dan berujung terjadinya perkelahian. Nahas, Jero harus tewas setelah ditebas oleh di bagian perut hingga ususnya terburai.
Kemudian, adapula korban kritis bernama I Wayan Ruslan (53) yang menderita trauma tusuk abdomen.
Baca juga: Driver Ojek Online Babak Belur Dikeroyok di Koja Jakarta Utara, Polisi Tangkap Pelaku Utama
Adapun trauma tusuk abdomen merupakan cedera pada rongga perut akibat benda tajam dan dapat merusak organ seperti usus, hati, ataupun ginjal.
Kini, Ruslan telah dirawat di Rumah Sakit (RS) Bangli dan akan menjalani operasi.
"Tindakan yang sudah diambil CT Scan dan RO Thorax rencana akan diambil tindakan operasi sore ini (Minggu) dan saat ini sedang persiapan untuk tindakan," ujar Kompyang, Minggu.
Sementara, pihak keluarga korban masih enggan untuk buka suara terkait peristiwa mengenaskan ini karena masih berduka.
"Kami masih berduka," ujar seorang keluarga.
3 Pelaku Ditetapkan, Motif Masih Didalami
Kapolres Bangli, AKBP James I.S. Rajagukguk mengungkapkan pihaknya telah menetapkan tiga pelaku bernama Mangku Arta (29), Jero Wage (40), dan Mangku Bersi (33).
“Begitu mendapat informasi, personel kami langsung menuju tempat kejadian, mengamankan para pelaku, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.
Dia mengatakan personel dari Polrs Bangli telah ditempatkan di sekitar lokasi kejadian demi menghindari terjadinya konflik horizontal.
“Personel kami juga ditempatkan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Di sisi lain, meski sudah ada dugaan bahwa perkelahian akibat penghadangan, James mengungkapkan penyelidikan masih tetap dilanjutkan.
"Motifnya masih kami dalami," tegasnya.
Terpisah, PS Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya mengungkapkan pihaknya akan melakukan autopsi terhadap dua korban tewas.
Selain itu, peran ketiga pelaku yang sudah ditetapkan akan turut didalami.
"Mudah-mudahan nanti ke depan dari hasil penyelidikan kasus ini lebih terang," ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga bilah pedang dan satu tombak yang diduga digunakan pelaku untuk menebas korban.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Bali dengan judul "Kronologis Lengkap Kasus Perkelahian Maut Songan Bali, Sumadi Sempat Menantang Arta Berkelahi"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.