Pelajar SD dan SMP di Wonosobo Diberikan Domba untuk Diternak, Biar Tidak Main Ponsel Melulu
Ide beasiswa domba tersebut dasarnya berguna tabungan pendidikan. Selain itu pelajar diharapkan memiliki tanggung jawab memelihara hewan ternak domba.
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Beasiswa domba diberikan agar pelajar di Wonosobo, Jawa Tengah tidak melulu bermain ponsel
- Gagasan ini juga untuk mengembalikan gairah beternak di kalangan generasi muda, seiring meroketnya popularitas domba lokal khas Wonosobo (Dombos)
- Dombos adalah jenis domba lokal asli Indonesia yang merupakan hasil persilangan antara domba Texel dari Belanda dengan domba lokal seperti Domba Ekor Tipis atau Domba Ekor Gemuk.
- Domba ini memiliki keunggulan dagingnya yang lezat dan empuk
TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO - Sebuah gagasan 'out of the box' atau diluar kebiasaan digagas Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Mereka berencana memberikan beasiswa seekor domba kepada seluruh pelajar di Wonosobo,Jawa Tengah.
Baca juga: Dugaan Siswa SD Tewas Dirundung di Wonosobo Disorot Disdikpora, Pihak Sekolah Membantah
Sekretaris Daerah Pemkab Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan ide beasiswa domba tersebut dasarnya untuk tabungan pendidikan. Selain itu pelajar diharapkan memiliki tanggung jawab memelihara hewan ternak ketimbang bermain ponsel.
“Saya minta buat video yang mengedukasi anak-anak. Juga dirancang beasiswa tapi dimodali kambing. Misalnya, siswa kelas 5 SD atau SMP akan mendapat satu kambing sebagai bentuk tabungan pendidikan biar tidak hanya bermain tapi punya tanggung jawab belajar berternak,” jelas Andang, Minggu(19/10/2025).
Selain itu lanjut Andang, gebrakan ini menjadi puncak dari semangat besar untuk mengembalikan gairah beternak di kalangan generasi muda, seiring meroketnya popularitas domba lokal khas Wonosobo (Dombos).
Dombos adalah jenis domba lokal asli Indonesia yang merupakan hasil persilangan antara domba Texel dari Belanda dengan domba lokal seperti Domba Ekor Tipis atau Domba Ekor Gemuk. Domba ini memiliki keunggulan dagingnya yang lezat dan empuk, serta bulunya yang lebat, dan telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak lokal Indonesia.
Menurutnya, langkah ini penting agar pengembangan Dombos tidak berhenti sebatas kontes atau hobi, melainkan menjadi pilar agrobisnis yang kokoh dan bernilai ekonomi tinggi.
“Informasi dari Dinas Pertanian, hampir seluruh kecamatan sudah ada Dombos,” ujar Andang,
Semangat Pemkab ini bersambut dengan dukungan penuh dari lembaga keuangan lokal. Direktur Utama BPR BKK Wonosobo, Darsono, menjelaskan bahwa pihaknya siap membangun ekosistem peternakan yang sehat dan produktif. Salah satu pilar utamanya adalah kontes Dombos yang digelar dalam Gebyar Tamades.
Baca juga: Kontes Domba dan Inovasi Pertanian Meriahkan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Ke-189 di Bogor
“Dengan kontes ini, akan lahir bibit-bibit unggul, baik pejantan maupun indukan,” kata Darsono.
Tujuannya jelas, meningkatkan kualitas genetik sekaligus memperluas jaringan pemasaran para peternak. Tak berhenti di situ, BPR BKK juga telah menyiapkan skema kredit khusus yang sangat fleksibel, disesuaikan dengan siklus panen ternak.
“Pokok bisa dicicil 3 bulan, 4 bulan, atau 6 bulan. Bahkan bisa menjelang hari-hari tertentu seperti Idul Adha,” jelas Darsono.
Kini, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan para peternak menjadi pertaruhan masa depan agrobisnis Wonosobo. Gagasan beasiswa domba ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi peternak yang tangguh dan mandiri, yang tak hanya mahir bermain gawai tetapi juga piawai merawat ternak.
Baca juga: Dugaan Siswa SD Tewas Dirundung di Wonosobo Disorot Disdikpora, Pihak Sekolah Membantah
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul 'Bocah Wonosobo Bakal Dapat Beasiswa Kambing, Sekda: Biar Tak Cuma Main HP, Belajar Tanggung Jawab'
Baca tanpa iklan