Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perayaan Hasil Bumi Warga Ciwedus Banten, Inovasi Padi Bibit Unggul Menuai Hasil

Padi jenis ini terbukti lebih tahan terhadap hama, memiliki masa tanam efisien, serta menghasilkan gabah berkualitas premium

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Perayaan Hasil Bumi Warga Ciwedus Banten, Inovasi Padi Bibit Unggul Menuai Hasil
ISTIMEWA
PANEN PADI - Ketua pembina DPN YBBN Muhammad Fachry Anggara, Ketua Dewan Pembina YBBN Seno Adjie, dan Ketua DPW YBBN Provinsi Banten H. Sahruji, memegang hasil panen padi varietas Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten, Rabu (29/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten, memanen padi unggulan PS-08 di atas lahan produktif seluas 10 hektar.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan hasil bumi, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagai pilar ketahanan nasional.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Cilegon terhadap berbagai inisiatif yang berpihak pada kesejahteraan petani.

"Panen raya ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat menghasilkan perubahan nyata. Pemerintah Kota Cilegon akan terus mendukung pemberdayaan petani agar sektor pertanian semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan," kata Wali Kota Cilegon Robinsar kepada awak media, Rabu (29/10/2025).

Dinas Pertanian Kota Cilegon melaporkan hasil panen padi unggulan PS-08 di Ciwedus menunjukkan peningkatan produktivitas signifikan dibanding varietas sebelumnya. 

Padi jenis ini terbukti lebih tahan terhadap hama, memiliki masa tanam efisien, serta menghasilkan gabah berkualitas premium.

Baca juga: Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Cilegon Banten Ditargetkan Rampung November 2025

Program ini merupakan bagian dari Revolusi Pertanian yang diinisiasi Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) Provinsi Banten bersama Kelompok Tani Saluyu dan Sejati.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Ketua Dewan Pembina YBBN, Seno Adjie, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan pemerintah daerah atas kerja keras mereka dalam menyukseskan program tersebut.

"Revolusi Pertanian bukan sekadar kegiatan panen, tetapi gerakan kesadaran. Kita ingin menanamkan kembali nilai kemandirian pangan. Melalui benih unggulan PS-08, kita buktikan bahwa petani adalah garda terdepan ketahanan bangsa," jelasnya.

Ia menegaskan, Yayasan Bhakti Bela Negara akan terus memperluas jangkauan program dengan menggandeng lebih banyak kelompok tani, pemerintah daerah, serta lembaga riset dan pendidikan pertanian agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat.

Senada, Ketua Pembina Muhammad Fachry Anggara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong inovasi di bidang pertanian nasional.

“Kami ingin menjadikan Banten sebagai laboratorium pertanian modern Indonesia. Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan lembaga masyarakat seperti ini adalah langkah strategis menuju kemandirian pangan yang sejati,” ujarnya.

Fachry menambahkan, keberhasilan program ini tidak terlepas dari semangat gotong royong serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan YBBN kepada kelompok tani di berbagai daerah.

Panen Raya di Ciwedus merupakan bagian dari program jangka panjang yang akan terus berlanjut di wilayah Banten dan simbol dari keberlanjutan program Revolusi Pertanian yang telah kami jalankan di berbagai daerah. 

Sebelumnya, YBBN juga telah melakukan penanaman bibit unggul padi dan jagung PS-08 di lahan yang mencapai 700 hektar. 

Semua itu dilakukan untuk mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas