Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warung Bakso di Solo Tutup Sementara setelah Disidak, Hasil Lab Belum Keluar tapi Disebut Nonhalal

Warung Bakso Remaja Gading di Solo ditutup sementara usai surat edaran dinas menyebut penggunaan bahan nonhalal, meski hasil uji lab belum keluar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
zoom-in Warung Bakso di Solo Tutup Sementara setelah Disidak, Hasil Lab Belum Keluar tapi Disebut Nonhalal
TribunSolo.com/ Andreas Chris
SIDAK SATPOL PP - Warga Solo mendatangi Warung Bakso Remaja Gading usai sidak temukan dugaan penggunaan bahan nonhalal. Pemilik warung meminta warga menunggu hasil uji laboratorium. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Solo heboh setelah surat edaran dari dinas menyebut Bakso Remaja Gading menggunakan bahan nonhalal.
  • Pemilik warung membantah tudingan tersebut dan menutup warung lebih awal demi menghindari kericuhan.
  • Mereka berharap hasil lab segera keluar agar bisa mengklarifikasi dan memulihkan kepercayaan pelanggan.

TRIBUNNEWS.COM - Warga Solo, Jawa Tengah, digegerkan dengan foto surat edaran dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Solo yang menyatakan Bakso Remaja Gading menggunakan bahan nonhalal.

Warung yang beralamat di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo ini ditempeli stiker bertuliskan 'masakan mengandung bahan nonhalal' oleh Satpol PP Solo.

Sejumlah warga mendatangi Warung Bakso Remaja Gading untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan bahan nonhalal pada Senin (3/11/2025).

Hingga kini belum terungkap bahan nonhalal yang dimaksud oleh dinas terkait.

Awalnya, Satpol PP memberi tenggat waktu untuk menutup warung pada Senin (3/11/2025) malam agar bahan makanan yang sudah disiapkan dapat dihabiskan.

Namun, pemilik memutuskan menutup warung pada siang hari agar tak terjadi kericuhan.

Anak pemilik warung, Thirthania Laura Damayanthie, menyatakan Satpol PP baru memberi informasi penutupan warung sementara pada pagi hari.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebenarnya tadi pagi itu diminta tutupnya nanti malam saja, untuk menghabiskan stok."

"Tapi karena kelihatannya nggak kondusif, ya sudah kita tutupnya sekarang aja, takut ada sesuatu (terjadi)," ujarnya, dikutip dari TribunSolo.com.

Ia menegaskan warungnya tidak menggunakan bahan nonhalal dan hanya menjual bakso daging sapi serta mie ayam.

Menurutnya, dinas terkait mengeluarkan surat edaran tanpa menunggu hasil uji laboratorium yang dijadwalkan keluar pada Jumat (7/11/2025). 

Baca juga: Viral Mobil Berlogo SPPG di Nias Selatan Mengangkut Babi, Ini Penjelasan Lengkap BGN

Hal tersebut membuat warga menuding warung yang sudah berdiri sejak 1997 tidak jujur kepada pelanggan.

“Harapannya hasil lab segera keluar, jadi kami bisa klarifikasi ke masyarakat dan pelanggan agar kepercayaan bisa tumbuh lagi,” katanya.

Laura menerangkan ayahnya sempat bingung saat ditanya petugas yang melakukan sidak.

“Sebenarnya bakso kami itu halal, tapi waktu bapak saya diwawancarai petugas, beliau bingung antara halal dan nonhalal, jadi jawabnya salah."

"Padahal semua bahan kami halal, tidak ada yang pakai babi atau semacamnya. Kami semua juga muslim,” tandasnya.

Selain itu, ia tak mengetahui kapan petugas mengambil sampel yang diuji di laboratorium.

"Setahu kami belum pernah ada yang datang meminta sampel. Namun dari pihak dinas bilangnya sudah punya sampel,” katanya.

Ia meminta warga untuk tidak berspekulasi dan bersabar menunggu hasil laboratorium.

Baca juga: 5 Fakta Viral Penjual Bakso Babi di Bantul: Ada Sejak 1990, Susah usai Dipasang Spanduk Nonhalal

Sidak Petugas Gabungan

Lokasi warung berdekatan dengan alun-alun kidul Solo.

Seporsi bakso dijual seharga Rp18 ribu, sedangkan mie ayam Rp10 ribu.

Warga menyebutnya sebagai salah satu bakso legend di kota Solo lantaran sudah berdiri lama dan selalu ramai.

Sidak dilakukan sejumlah instansi terkait mulai Satpol PP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Solo serta Kementerian Agama (Kemenag) Solo.

Pendamping Halal Kemenag Kota Surakarta, Encep Muhammad Ilham, menerangkan pengelola warung mengakui menggunakan bahan nonhalal selama ini.

“Iya, berdasarkan sidak kemarin, memang Bakso Remaja itu produknya mengandung bahan yang tidak halal."

"Mereka juga tidak menolak saat dilabeli nonhalal oleh Satpol PP, dan hasil tes sudah jelas menggunakan bahan nonhalal,” paparnya, dikutip dari TribunSolo.com.

Baca juga: Penjelasan MUI soal Warung Bakso Babi di Bantul Dipasangi Spanduk Nonhalal: agar Warga Tak Terjebak

Ia sempat menawarkan pengelola warung untuk mengurus sertifikasi halal serta mengganti bahan baku.

“Kemarin kami ajak agar dibantu proses kehalalannya, tapi sampai saat ini belum mau,” sambungnya.

Di kota Solo terdapat warung yang namanya sama yakni Bakso Remaja Kartopuran.

Encep menyatakan warung tersebut tak ada kaitannya dengan Bakso Remaja Gading yang disidak.

"Kalau yang di Kartopuran, kami sudah sidak langsung, memang belum ada sertifikat halal, tapi mereka mau mengurus,” tuturnya.

Sampel makanan telah dibawa untuk diuji laboratorium.

“Masih dalam proses laboratorium di Dispangtan. Walaupun mereka mengaku nonhalal, tetap diambil sampelnya untuk pengecekan,” jelasnya.

Pihaknya memperbolehkan warung tetap beroperasi, namun stiker nonhalal dipasang agar masyarakat tidak dirugikan.

“Itu tetap boleh berdagang, tapi wajib melabeli produknya sebagai nonhalal. Satpol PP sudah memasang stiker sejak Oktober lalu,” lanjutnya.

Sebagian artikel telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Cerita Warung Bakso Remaja Gading Solo, Ada Sebelum Kerusuhan 98, Kini Viral Gegera Dugaan Non Halal

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSolo.com/Andreas Chris)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas