Beda Keterangan Ayah dan Anak Pemilik Warung Bakso Diduga Nonhalal di Solo, Hasil Lab Jadi Kunci
Ada beda keterangan antara ayah dan anak pemilik warung Bakso Remaja Gading, di Kota Solo terkait bahan nonhalal.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Pendiri warung Bakso Remaja Gading di Kota Solo, Jawa Tengah mengakui menggunakan bahan nonhalal.
- Namun, anak pemilik warung bakso bernama Thirthania Laura Damayanthie membantah.
- Laura menegaskan, bakso yang dijualnya tidak mengandung bahan nonhalal.
TRIBUNNEWS.COM - Warung Bakso Remaja Gading yang berada di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah diduga menggunakan bahan nonhalal.
Dugaan itu muncul saat tim pangan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah warung makan atau kuliner di Kota Solo, termasuk Bakso Remaja Gading.
Hasilnya menunjukkan warung bakso tersebut tidak memiliki sertifikat halal mauapun higienis.
Bahkan, saat didatangi petugas gabungan, pemilik usaha bakso mengakui penggunaan bahan nonhalal, tetapi tidak mencantumkan keterangan tersebut di lapaknya.
“Iya, berdasarkan sidak kemarin, memang Bakso Remaja itu produknya mengandung bahan yang tidak halal."
"Mereka juga tidak menolak saat dilabeli non halal oleh Satpol PP."
"Dan hasil tes sudah jelas menggunakan bahan nonhalal,” kata Pendamping Halal Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta Encep Muhammad Ilham kepada TribunSolo.com, Senin (3/11/2025).
Encep menerangkan pihaknya sempat menawarkan bantuan agar warung bakso itu mengurus sertifikat halal dan mengganti bahan baku. Namun, menurutnya, pemilik belum bersedia.
“Kemarin kami ajak agar dibantu proses kehalalannya, tapi sampai saat ini belum mau,” lanjutnya.
Namun, keterangan berbeda disampaikan anak dari pemilik warung Bakso Remaja Gading, Thirthania Laura Damayanthie.
Baca juga: Pemilik Bakso Remaja Gading Solo Bantah Gunakan Bahan Non-halal: Bakso Kami Halal
Laura menegaskan bakso yang dijualnya tidak mengandung bahan nonhalal.
Ia menjelaskan pelabelan nonhalal di warung baskonya bermula saat sang ayah, pendiri Bakso Remaja Gading, didatangi sejumlah petugas gabungan saat sidak beberapa hari sebelumnya.
Ketika itu, baik sang ayah maupun pekerjanya merasa canggung saat diberondong pertanyaan oleh petugas.
Laura juga menyebut ayahnya kebingungan membedakan antara halal dan nonhalal sehingga salah menjawab.
“Sebenarnya bakso kami itu halal, tapi waktu bapak saya diwawancarai petugas, beliau bingung antara halal dan non halal, jadi jawabnya salah."
"Padahal semua bahan kami halal, tidak ada yang pakai babi atau semacamnya. Kami semua juga muslim,” ucap Laura, Senin, dikutip dari TribunSolo.com.
Ia berjanji akan melakukan klarifikasi melalui media sosial apabila hasil uji laboratorium yang dilakukan petugas keluar pada Jumat (7/11/2025) mendatang.
“Untuk hasil labnya belum keluar. Kalau sudah keluar, kira-kira Jumat, kami akan klarifikasi di Instagram,” lanjutnya.
Laura pun berharap hasil uji laboratorium segera keluar ia dapat segera memberikan klarifikasi dan mengembalikan kepercayaan pelanggan.
“Harapannya hasil lab segera keluar, jadi kami bisa klarifikasi ke masyarakat dan pelanggan agar kepercayaan bisa tumbuh lagi,” tandasnya.
Hasil ini juga sekaligus akan membuktikan keterangan mana yang benar, ayah atau anak pemilik warung Bakso Remaja Gading.
Tutup Sementara
Setelah warung bakso tersebut menjadi sorotan, Satpol PP Kota Solo menyarankan penutupan sementara.
Anjuran itu berlaku mulai Senin malam. Namun, Laura memutuskan menutup warung baksonya lebih awal, yakni Senin siang.
Baca juga: Awal Mula Warga Geruduk Warung Bakso Diduga Nonhalal di Solo hingga Klarifikasi Pemilik
"Sebenarnya tadi pagi itu diminta tutupnya nanti malam saja, untuk menghabiskan stok," ujar Laura saat ditemui di lokasi.
Keputusan itu ia ambil setelah sejumlah warga mendatangi tempat usahanya.
Mereka meminta klarifikasi terkait dugaan penggunaan bahan baku nonhalal dalam produk dagangannya.
"Tapi karena kelihatannya nggak kondusif, ya sudah kita tutupnya sekarang aja, takut ada sesuatu (terjadi)," katanya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Viral Warung Bakso Remaja Non Halal di Solo, Disebut di Kawasan Joyosuran
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.