Tim SAR Masih Mencari 5 Korban Hilang, Hari Keenam Temukan 2 Jenazah
Pencarian dipusatkan di tiga lokasi utama: Worksite A1 (Dusun Cibuyut) – lokasi temuan sebelumnya kembali dimaksimalkan
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Tim SAR masih mencari 5 korban hilang dalam longsor Cibeunying setelah menemukan dua korban tambahan pada hari keenam pencarian.
- Upaya difokuskan di tiga worksite dengan bantuan drone thermal, anjing pelacak, dan alat berat.
- Tim terus mempersempit area berdasarkan temuan barang dan bukti di lapangan.
TRIBUNNEWS.COM, CILACAP – Memasuki hari ketujuh pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap hari ini, tim SAR gabungan mencari 5 korban yang belum ditemukan.
Hingga Selasa (18/11/2025), total 18 korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi.
Kemarin sebanyak 2 korban ditemukan di worksite B2, Dusun Tarukahan.
Keduanya adalah Arum Purnamasari (4) dan Lilis Safitri (39).
Temuan ini memberi petunjuk baru bagi tim untuk mempersempit area pencarian.
Baca juga: Ada Rekahan Tanah Baru Dekat Mahkota Longsor, BNPB Sebut Cilacap Belum Sepenuhnya Aman
Pencarian Difokuskan di Tiga Titik
SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Abdullah, menjelaskan bahwa pencarian dipusatkan di tiga lokasi utama: Worksite A1 (Dusun Cibuyut) – lokasi temuan sebelumnya kembali dimaksimalkan.
Kemudian worksite B1 (Dusun Tarukahan) masih terdapat tiga korban yang diyakini berada di area ini.
Worksite B2 – area dipersempit setelah ditemukannya sejumlah barang yang berkaitan dengan korban, seperti baju anak, puing rumah, serta peralatan dapur dan kamar mandi.
“Di B2 kami persempit area pencarian berdasarkan temuan sebelumnya,” kata Abdullah.
Sebelumnya pada Senin, tim juga menemukan dua sepeda motor di lokasi tersebut.
Pencarian dimulai sejak pukul 05.30 WIB menggunakan drone thermal untuk identifikasi dini, kemudian dilanjutkan dengan penurunan anjing pelacak.
Selain itu, tim SAR mengerahkan alat berat, mesin pompa dan peralatan ekstrikasi manual dan modern.
Tim dibagi menjadi empat kelompok: pencarian di A1, B1, B2, serta satu tim khusus cutting untuk membuka akses keluar-masuk alat berat.
Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.
Dipicu Hujan Intesitas Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan berintensitas tinggi yang berlangsung berturut-turut jadi faktor utama pemicu tanah longsor di Kabupaten Cilacap pada Kamis (13/11/2025).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, pengamatan di Pos Hujan Majenang mencatat curah hujan mencapai 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari pada 10–11 November 2025.
Setelah itu, wilayah tersebut masih diguyur hujan ringan sehingg
a tanah tetap basah hingga akhirnya terjadi pergerakan lereng.
“Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin jenuh air dan lereng lebih rentan terhadap pergerakan,” kata Guswanto dalam keterangan tertulis, Minggu (16/11/2025).
Dari sisi atmosfer, sejumlah fenomena turut memperkuat pembentukan awan hujan.
Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta pusaran angin di perairan barat Lampung dan selatan Bali meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah.
Zona belokan angin di sekitar Jawa juga membuat pertumbuhan awan semakin intens.
“Kondisi atmosfer ini memicu awan konvektif yang menghasilkan hujan deras, disertai kilat dan angin kencang,” tambahnya. (TribunJateng/Achiar M Permana)(Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tim SAR Temukan Korban Ke-18 dalam Musibah Tanah Longsor Majenang
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.