Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Bupati Pangandaran, Menangis Hadapi Warga Korban Banjir, Dulu Menangis ke KDM

Air mata Bupati Pangandaran Citra Pitriyami kembali jadi sorotan, dari banjir hingga masalah tunjangan ASN.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Profil Bupati Pangandaran, Menangis Hadapi Warga Korban Banjir, Dulu Menangis ke KDM
Tribun Jabar/Padna
PROFIL CITRA PITRIYAMI - Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, saat memberikan keterangan di Pendopo Bupati Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menangis saat serahkan bantuan banjir, sorotan publik kembali menguat. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menangis saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Aula Desa Cibuluh, Kalipucang.
  • Sebelumnya, ia juga menangis di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena keterbatasan anggaran membuat tunjangan ASN tak terbayar lima bulan.
  • Citra dijuluki bupati “termiskin” di Jawa Barat berdasarkan laporan LHKPN, dengan total harta kekayaan sekitar Rp899 juta.

TRIBUNNEWS.COM - Bupati Pangandaran Citra Pitriyami sedang menjadi sorotan. Hal ini setelah Citra Pitriyami menangis di hadapan masyarakat terdampak banjir di Pangandaran, Jawa Barat.

Momen itu terjadi saat pendistribusial bantuan sosial kepada puluhan warga terdampak banjir di Aula Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, pada Jumat (21/11/2025).

Ini bukan momen pertama kali Citra Pitriyani menangis di depan umum. Pada Juni 2025 lalu, dia pernah menangis di depan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dia meneteskan air mata, karena tidak bisa membayar tunjangan pegawai ke Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tunjangan pegawainya sudah lima bulan tak bisa dibayarkan.

Keterbatasan anggaran membuat daerah-daerah seperti Pangandaran kesulitan membayar tunjangan pegawai.

Baca juga: Viral Siswa di Bekasi Menangis Takut Sekolah, Polisi Selidiki Dugaan Perundungan

Profil Citra Pitriyami

Citra Pitriyami disebut sebagai bupati termiskin di Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Julukan 'Termiskin' diberikan berdasarkan data harta Citra Pitriyami di LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang berada di bawah kepala daerah lain di Jawa Barat.

Citra Pitriyami Bupati Pangandaran terpilih pada Pilkada 2024 lalu.

Sebelum mencalonkan jadi Bupati Pangandaran, kakak penyanyi terkenal Cakra Khan ini ternyata sudah terjun di dunia politik.

Ia sempat menjadi anggota DPRD Kabupaten Pangandaran periode 2019-2024.

Ia bahkan kembali terpilih di Pileg 2024. 

Namun Citra Pitriyami mengundurkan diri karena maju di Pilkada 2024.

Ia lahir di Ciamis pada 12 Juli 1983.

Terpilihnya Citra sebagai orang nomor 1 di Pangandaran membuat Citra menjadi bupati wanita satu-satunya di Jawa Barat

Sosok Citra mencuri perhatian lantaran dirinya diketahui merupakan kakak dari penyanyi Cakra Khan.

Citra dan Cakra adalah anak dari pasangan Hermana dan Entik Trisuyatmi.

Sebelum mencalonkan jadi Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami ternyata sudah aktif terjun di dunia politik.

Ia sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran periode 2019-2024.

Pada Pileg 2024, Citra k embali terpilih. Namun, ia mengundurkan diri dan memilih maju sebagai Bupati Pangandaran di Pilkada 2024.

Sebelum terpilih menjadi anggota dewan, Citra Pitriyami juga pernah bekerja sebagai manajer selama lima tahun di Swasta Manajemen.

Harta Kekayaan Citra

Melansir dari laman e-LHKPN, Citra terakhir melaporkan harta kekayaan pada 2023 lalu, di akhir masa jabatan sebagai DPRD Kabupaten Pangandaran.

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 980.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 603 m2/340 m2 di KAB / KOTA PANGANDARAN, WARISAN Rp 980.000.000
 
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 450.000.000
 
1. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA 2.4 V A/T / MINIBUS Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 450.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 46.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp 0

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 23.848.734

F. HARTA LAINNYA Rp 0
 
Sub Total Rp 1.499.848.734

II. HUTANG Rp 600.000.000
 
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp 899.848.734

Menangis di Hadapan Korban Banjir

Bupati Citra menangis saat pendistribusian bantuan sosial kepada puluhan warga yang terdampak banjir di Aula Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, Jumat (21/11/2025).

Sambil berlinang air mata, Bupati Citra menjelaskan berbagai upaya yang sudah dan sedang dilakukan dalam penanganan banjir tersebut.

Meski sudah bertemu dengan pihak BBWS Citanduy, Bupati Citra masih mencari solusi agar bencana banjir tidak kembali melanda sejumlah titik di Kabupaten Pangandaran.

Sejumlah titik yang terdampak banjir itu di antaranya, Desa Maruyungsari, Desa Ciganjeng, Desa Anggaraksan di Kecamatan Padaherang.

Kemudian Desa Tunggilis, Desa Kalipucang, Desa Banjarharja, Desa Cibuluh, dan Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang.

Banjir yang melanda masyarakat di dua Kecamatan itu merupakan banjir yang disebabkan derasnya air dari pegunungan, meluapnya anak sungai, dan sungai Citanduy ketika itensitas hujan tinggi.

Tak hanya pemukiman, banjir pun merendam ratusan hektare area lahan persawahan ataupun lahan pertanian yang kebanyakan tanamannya belum layak dipanen.

Pemerintah daerah pun terus berupaya mencari solusi dan memberikan bantuan sembako alakadarnya kepada masyarakat terdampak.

"Saya sebagai pemerintah daerah ingin menyelesaikan permasalah ini. Jadi, saya harap ibu bapak bisa bersabar. Saya akan terus berusaha menyelesaikan ini," ujar Citra sembari menangis saat memberikan sambutan kepada warga terdampak banjir,m di Aula Desa Cibuluh, Jumat (21/11/2025) pagi.

Makanya, dia bersama para Kepala Desa terdampak banjir, anggota DPRD, dan Kepala Dinas terkait akan menghadap ke Kementerian.

"Mungkin saya bersama sama akan menghadap ke kementerian dengan pak Dewan. Saya ingin mendorong, saya ingin minimal kementerian memperhatikan kita," ucapnya.

Menurutnya, bencana banjir di Pangandaran ini sudah lama dan bukan hanya terjadi kali ini saja, masyarakat selalu mengalami banjir.

"Sekarang kebanjiran, besok harus mencari bantuan. Seperti itu terus, solusinya belum ada. Misal lagi, sawah kebanjiran dibantu dengan benih padi, kemudian besoknya lagi sawah itu kebanjiran dibantu dengan bantuan beras. Apakah mau seperti itu terus."

"Makanya, kami minta doanya kepada bapak ibu semuanya, semoga nanti ada solusi ketika berangkat ke kementerian," kata Citra sambil menangis tersedu-sedu. 

Menangis di Depan KDM

Citra Pitriyami menangis di depan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Juni 2025.

Penyebabnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak bisa membayar tunjangan pegawai ke Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tunjangan pegawainya sudah lima bulan tak bisa dibayarkan.

Keterbatasan anggaran membuat daerah-daerah seperti Pangandaran kesulitan membayar tunjangan pegawai.

"Kasihan Pangandaran, Ibu Bupatinya (Citra Pitriyami) kalau ketemu saya suka nangis. Tunjangan pegawainya sudah lima bulan nggak bisa dibayar. Anggarannya terbatas, sedang saya pikirkan solusinya," kata Dedi dalam video yang diunggah di media sosial, Sabtu (14/6/2025). 

Hal ini menjadi alasan Dedi Mulyadi melarang pejabat dan pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar rapat di hotel.

Dedi menyebut, di Jawa Barat terhampar kota dan kabupaten dengan kondisi keuangan yang berbeda-beda. 

Dedi menaruh perhatian besar kepada daerah yang memiliki fiskal sangat rendah, yaitu pendapatan asli daerah (PAD) kecil karena duitnya mayoritas dialokasikan untuk belanja pegawai. 

"Ibu Bupati sudah ke Jakarta, sudah kemana-mana untuk cari solusi dan saya juga lagi memikirkan untuk menyelesaikan," ucap mantan Bupati Purwakarta ini. 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas