Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sedang Malam Mingguan, Pemuda Karanganyar Justru Jadi Korban Pengeroyokan

Pemuda bernama Agung Purnomo (26) menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan orang di Jalan Solo-Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sedang Malam Mingguan, Pemuda Karanganyar Justru Jadi Korban Pengeroyokan
Istimewa/TribunSolo.com
DUGAAN PENGEROYOKAN - Dugaan pengeroyokan yang dilakukan di Karanganyar pada Minggu (23/11/2025). Terekam ada pelaku yang membawa sajam. 
Ringkasan Berita:
  • Pemuda bernama Agung Purnomo (23) menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan di Jalan Solo-Tawangmangu.
  • Pemuda asal Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Karanganyar tersebut dikeroyok saat sedang malam mingguan bersama teman-temannya.
  • Sebelum peristiwa itu terjadi, keluarga hanya mengetahui bahwa Agung keluar rumah untuk berkumpul dengan teman-temannya.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda bernama Agung Purnomo (26) menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan orang di Jalan Solo-Tawangmangu, tepatnya di Desa/Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (23/11/2025) dini hari.

Pemuda asal Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, tersebut dikeroyok saat sedang malam mingguan bersama teman-temannya.

Sebelum peristiwa itu terjadi, keluarga hanya mengetahui bahwa Agung keluar daro rumah untuk berkumpul dengan teman-temannya.

Ayah korban, Sukino (55), mengatakan anaknya tengah libur kerja dan memanfaatkan waktu untuk nongkrong.

"Saat itu anak saya sedang libur kerja, dan sedang malam mingguan dengan temannya," kata Sukino kepada TribunSolo.com, Senin (24/11/2025).

Sukino menyebut anaknya pergi lantaran memperoleh telepon dari temannya untuk datang ke rumahnya.

Namun, Agung pergi ke rumah temannya tanpa pamit kepada Sukino.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami jarang komunikasi, pagi kerja, sore pulang mandi dan tidur hingga pagi berangkat pagi, jadi tidak pernah ngobrol-ngobrol itu," ujarnya.

Menurutnya, setiap akhir pekan Agung memang sering menghabiskan waktu dengan mengunjungi rumah teman-temannya.

"Setiap libur Sabtu dan Minggu, main ke rumah teman-temannya," tuturnya.

Saat ini kasus dugaan pengeroyokan tersebut sedang ditangani pihak kepolisian.

Baca juga: Kesaksian Warga soal Pemuda Dikeroyok Gerombolan yang Bawa Senjata Tajam di Karanganyar

Kondisi Terpincang-pincang

Sukino baru mengetahui bahwa anaknya menjadi korban pengeroyokan setelah Agung tiba di rumah pada Minggu dini hari.

"Saya baru tahu anak saya dikeroyok setelah anak saya pulang ke rumah," ucapnya.

Pemuda yang bekerja sebagai buruk pabrik di Jaten itu pulang dalam kondisi terpincang-pincang, bahkan untuk dibonceng motor pun kesusahan.

Sukino mengaku langsung panik melihat tubuh anaknya lemas dan wajahnya menahan sakit.

Agung akhirnya dibawa pamannya ke RSUD Kartini Karanganyar untuk memastikan kondisinya.

"Saat pulang dia susah berjalan, dibonceng motor juga tak bisa, sehingga dibawa lik-nya (pamannya)," tuturnya.

Saat ini Agung menjalani pemeriksaan di kepolisian. Ia pun berharap pelaku pengeroyokan segera ditemukan.

"Semoga pelaku segera terungkap, dia anak kedua saya dan masih lajang menjadi korban pengeroyokan,” harap Sukino.

Kesaksian warga

Warga yang melihat kejadian, Ganang (38), mengatakan dirinya melihat korban datang, lalu disusul gerombolan orang.

Begitu tiba di lokasi, mereka langsung mengeroyok seorang pemuda tersebut.

Ganang menyebut peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 03.00 WIB.

"Tahu-tahu korban dan gerombolan datang dan korban langsung dikeroyok," kata Ganang, Minggu.

Saat kejadian, sambung Ganang, dirinya sedang membereskan lapak.

Ganang pun baru berani mendekati korban setelah gerombolan pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

"Saat itu saya sedang bersih-bersih barang, saya persiapan tutup lapak, lalu melihat kejadian tersebut, saya mendekat setelah gerombolan itu pergi." 

"Saya sempat menanyakan alasan pemuda itu lari, dan alasannya takut tapi tidak dijelaskan mengapa dikejar."

"Setelah itu, teman-temannya datang dan membantu pemuda itu ke rumah sakit," ucap Ganang sambil membersihkan gerobaknya.

Sehari-hari jalanan tersebut ramai dilintasi kendaraan di mana terdapat beberapa warung makan yang tutup pada malam hari.

Hanya ada angkringan yang buka sampai dini hari dan minimarket yang buka 24 jam.

Namun, pada saat penganiayaan itu terjadi, jalanan dalam kondisi cukup sepi dari aktivitas warga.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Detik-detik Pemuda Jumantono Dikeroyok di Jalan Solo-Tawangmangu, Saksi: Korban Tiba-tiba Diserbu.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas