Mulyono Punya Rumah Besar dan Mobil tapi Jadi Penerima Bansos, Mundur usai Dilabeli Keluarga Miskin
Mulyono, warga di Ciomas punya rumah besar dan mobil masih terdaftar penerima bansos. Ia mundur setelah rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Mulyono, warga di Ciomas yang punya rumah besar dan mobil, masih terdaftar jadi penerima bansos.
- Namun, ia memilih mengundurkan diri setelah rumahnya dipasangi stiker 'Keluarga Miskin'.
- Kisah ini viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
TRIBUNNEWS.COM - Viral di media sosial, penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, punya rumah besar dan mobil.
Dalam video yang beredar, tampak petugas mendatangi rumah yang berada di Kecamatan Ciomas dengan membawa stiker 'Keluarga Miskin'.
Sementara, pada bagian garasi rumah itu terdapat satu unit kendaraan roda empat yang terparkir.
Selain rumah besar dan mobil, petugas juga menemukan satu unit motor PCX di halaman rumah tersebut.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Farid Maruf membenarkan temuan tersebut.
Farid menerangkan, fakta itu ditemukan saat petugas melakukan verifikasi data penerima bantuan di Kecamatan Ciomas.
"Iya bener, jadi itu mah kita memang sampling di beberapa tempat untuk memberikan identitas terhadap penerima bantuan PKH, BPNT, dan lain-lain," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (25/11/2025).
Namun, setelah didatangi petugas, dan rumahnya dilabeli 'Keluarga Miskin', penerima bansos bernama Mulyono itu pilih mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat.
"Kasus yang kemarin yang punya mobil per hari ini, yang bersangkutan membuat pernyataan untuk mengundurkan diri sebagai penerima bantuan," ungkap Farid.
Setelah mengundurkan diri sebagai penerima manfaat, ke depannya, Mulyono tak akan lagi mendapat bantuan dari pemerintah.
"Jadi kedepan gak akan terima bantuan apa-apa lagi," imbuhnya.
Baca juga: Ramai-ramai Mundur dari Penerima Bansos di Bengkulu, Punya Mobil Ogah Dilabeli Keluarga Miskin
Selain itu, petugas telah mencabut stiker 'Keluarga Miskin' yang sempat terpasang di rumah Mulyono.
Pendamping Sosial Dinsos Kabupaten Bogor untuk wilayah Ciomas, Ramdhan Ardi mengatakan, Mulyono masih aktif terdaftar di Data Tunggal Sejahtera Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai penerima bansos tahap empat.
Ia menjelaskan, ketidaksesuaian ini terjadi karena data lama yang dihimpun pada masa pandemi masih digunakan.
“Ini data tahun 2020. Covid sudah lewat, tapi bansosnya masih diterima,” ucapnya kepada Kompas.com, Selasa.
Ramdhan menilai, kasus ini menunjukkan adanya ketidaktepatan data yang bersumber dari sistem pendataan lama saat masa pandemi.
Kala itu, banyak warga mengajukan diri melalui aplikasi Sapa Warga pada tahun 2020.
Data itu terus masuk ke basis Badan Pusat Statistik (BPS) hingga saat ini.
Dari pengecekan yang dilakukan di Ciomas, Ramdhan menemukan sekira 20 persen dari 2.088 penerima manfaat tercatat tidak lagi layak menerima bansos.
Temuan ini muncul setelah petugas melakukan sampling di beberapa wilayah.
Ia mengakui, minumnya jumlah petugas menjadi kendala dalam proses verifikasi ulang.
“Satu kecamatan itu hanya tujuh orang. Jumlahnya jauh dari cukup untuk menangani ribuan penerima manfaat,” terangnya.
Ramdhan berharap warga yang sudah sejahtera bersedia melapor dan mengundurkan diri secara sukarela dari daftar penerima bantuan.
“Harusnya mereka datang ke RT, RW, desa, atau kecamatan untuk menyampaikan bahwa mereka sudah tidak layak menerima bansos,” pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Viral Mulyono Jadi Penerima Manfaat Bansos di Bogor, Punya Mobil tapi Dapat Sembako
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani, Kompas.com/Afdhalul Ikhsan)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.