Bibit Siklon 95B Picu Banjir dan Longsor di Aceh-Sumut, Warga Diminta Waspada
Banjir & longsor di Aceh-Sumut tewaskan 10 orang, ribuan terdampak. BMKG: Bibit Siklon 95B picu cuaca ekstrem.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- 10 tewas, 3 luka, 6 hilang; 20 kejadian bencana di 6 kabupaten/kota di Sumut
- 18.211 jiwa terdampak di 13 kecamatan Aceh Timur, 8 kecamatan Aceh Utara terendam.
- Bibit Siklon 95B memicu hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di Selat Malaka & Samudra Hindia.
- BMKG mengmbau waspada potensi siklon tropis dalam 24 jam, masyarakat diminta pantau info resmi BMKG.
- Pemerintah daerah siaga, BPBD distribusi bantuan, evakuasi warga, dan pemantauan intensif.
TRIBUNNEWS.COM - Bibit Siklon Tropis 95B memicu hujan ekstrem yang berujung banjir dan longsor di Aceh serta Sumatera Utara pada Rabu (26/11/2025).
BNPB dan BMKG melaporkan korban jiwa, ribuan warga terdampak, serta imbauan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca buruk yang masih berlanjut.
Bibit Siklon Tropis 95B adalah sistem cuaca awal yang terbentuk di perairan timur Aceh, Selat Malaka sejak 21 November 2025.
Sistem ini belum menjadi siklon penuh, tetapi sudah cukup kuat untuk memicu hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Riau
Kondisi di Sumatera Utara
Di Sumatera Utara, banjir bandang dan tanah longsor melanda enam kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut), yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal dan Nias.
Akibat bencana alam tersebut, 10 orang tewas. Bencana ini telah menyebabkan 10 warga meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 lainnya masih dalam pencarian.
Ada 20 kejadian bencana alam yang tersebar di enam wilayah tersebut. Terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.
Kondisi di Aceh
Banjir juga terjadi di Aceh, yaitu di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Timur selama sepekan terakhir di 13 kecamatan telah berdampak luas kepada ribuan keluarga.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 18.211 jiwa atau setara dengan 4.890 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban terdampak.
Sementara itu di Aceh Utara bencana juga semakin meluas. Hingga Senin (24/11/2025) pukul 19.30 WIB, banjir telah merendam 8 kecamatan dan berdampak pada ribuan warga.
Bibit Siklon Tropis 95B Menguat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.
Analisis tersebut menunjukkan bahwa 95B meningkatkan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau dan sekitarnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari Bibit Siklon 95B.
Saat ini BMKG terus memantau intensitas 95B dan meminta stakeholder terkait untuk memastikan langkah mitigasi demi meminimalisir hal yang tidak diinginkan.
“Pemerintah daerah siaga terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem seperti potensi banjir, banjir pesisir, dan pohon tumbang akibat angin kencang. Khusus bagi nelayan dan pelaku transportasi laut harus benar-benar memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang berisiko menganggu keselamatan pelayaran. Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama,” kata Faisal, Rabu (26/11).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis tanggal 26 November 2025 pukul 01.00 WIB, sistem ini masih berada di dekat perairan timur Aceh dan memicu pertumbuhan awan hujan yang meluas.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan lebat hingga ekstrem disertai angin kencang di wilayah pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.
“Peluang bibit ini berkembang menjadi siklon tropis cukup tinggi dalam 24 jam ke depan, mengingat teridentifikasi adanya peningkatan angin kencang hingga lebih dari 35 knot (65 km/jam), sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat,” jelas Guswanto.
Senada, Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon 95B akan memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di wilayah Indonesia terutama di sekitar Aceh dan Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, sistem ini berpotensi menimbulkan hujan lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara, serta sebagian wilayah di Sumatra Barat dan Riau; dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumatera bagian Utara.
Bibit Siklon 95B berpotensi menimbulkan gelombang tinggi (2.5-4.0 m) di Selat Malaka bagian Tengah, Perairan Timur Sumatra Utara, serta Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias. Sementara itu, gelombang sedang (1.25-2.5 m) berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Perairan Rokan Hilir, Dumai-Bangkalis.
“BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh terhadap pergerakan sistem ini. BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Andri.
BMKG mengingatkan bahwa informasi ini bertujuan memberikan panduan kewaspadaan.
Untuk mengetahui detail prakiraan cuaca harian, peringatan dini, dan pembaruan terkini, BMKG mengimbau masyarakat memantau secara berkala kanal resmi BMKG: situs http://www.bmkg.go.id**, akun media sosial @infoBMKG, dan aplikasi InfoBMKG
BERITA TERKAIT
Baca juga: Update Banjir dan Longsor Sumut: 4 Kabupaten Terdampak, 8 Warga Tewas di Tapsel
Baca juga: 6 Jenazah Korban Tewas Banjir Bandang Tapsel Disimpan di Puskesmas, 5 Teridentifikasi
Baca juga: Pos SAR Sibolga Dibantu 14 ABK KN SAR Nakula Evakuasi Warga Terdampak Banjir
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.