KSPSI Ingatkan Pemerintah Pastikan Semua Warga Terdampak Banjir Tertangani dengan Cepat
Arnod mengajak masyarakat dan pemerintah pusat dapat bekerja sama dalam upaya pengerahan bantuan darurat yang lebih besar kepada para korban banjir.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Dewi Agustina
Dia hanya mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan ancaman bencana susulan, diperlukan tindakan cepat, terarah, dan menyeluruh agar keselamatan warga tetap terjaga.
"Saatnya kita semua bergotong royong, membuka diri dan saling menolong saudara-saudara kita. Koordinasi dapat dilakukan dengan pemerintah setempat, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat yang langsung bersentuhan dengan penanganan kejadian serta kebutuhan keluarga yang terdampak longsor dan banjir," pungkas Arnod.
TNI Rapatkan Kapal Perang ke Dekat Lokasi Bencana Sumatra
Sementara itu TNI telah mengerahkan lebih dari 4 ribu prajurit hingga ribuan paket ransum khusus prajurit TNI (Naraga) untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang kini melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bantuan itu diangkut dengan tiga pesawat C-130 Hercules dan satu A400M diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/11/2025) pagi.
"Bantuan yang diangkut mencakup peralatan kritis untuk mendukung operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan pengungsi, antara lain 3.000 paket Naraga, 10.000 Eprokal, 1.200 Food Family, 2.000 kardus mi instan, 2.000 kardus Pop Mie, 100 genset, 100 perangkat Starlink, 64 LCR, 150 tenda, serta dua unit kompresor," kata Freddy.
TNI juga memberangkatkan 3 tim kesehatan Puskesad yang masing-masing terdiri dari 10 personel yakni 2 dokter, 3 bakes, 5 takes lengkap beserta peralatan dan obat-obatan untuk memperkuat layanan darurat.
Seluruh bantuan ditujukan pada 3 sasaran utama yakni Aceh (Lhokseumawe), Sumatra Utara (Sibolga dan Silangit), dan Sumatra Barat melalui Bandara Minangkabau.
Untuk memperkuat dukungan udara, TNI menyiapkan 5 pesawat angkut fix wing yakni 3 C-130 Hercules, satu A400M, dan satu Boeing 737 Camar.
Selain itu, 9 helikopter lintas matra di antaranya empat Caracal TNI AU, satu Mi-17 dan satu Bell 412 TNI AD, dua Panther TNI AL, serta satu Dolphin BNPP.
Sedangkan TNI AL, menyiapkan 4 KRI yakni KRI Suharso-990, KRI Semarang-594, KRI Teluk Banten-516 , dan KRI Teluk Gilimanuk-531 untuk mendukung pendistribusian bantuan melalui rute laut.
"Distribusi bantuan dilakukan melalui tiga Kodam sesuai wilayah terdampak: Kodam IM di Aceh, Kodam I/BB di Sumatra Utara, dan Kodam XX/TIB di Sumatara Barat," ungkap dia.
Unsur Zeni TNI dan Kementerian PUPR terus berupaya membuka jalur-jalur yang terputus akibat longsor dan banjir.
Operasi modifikasi cuaca juga mulai digelar untuk menurunkan intensitas hujan serta mempercepat distribusi bantuan.
"Melalui pengiriman bantuan besar-besaran ini, TNI menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan penanganan bencana nasional. Komando operasi penanggulangan dilaksanakan oleh Pangkogabwilhan I sebagai pengendali Gulbencal (penanggulangan bencana alam) TNI," katanya.