Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Solidaritas Pesilat Kirim Relawan dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Adapun bantuan yang disalurkan langsung berfokus pada kebutuhan perempuan dan anak, seperti obat-obatan, pakaian baru, makanan dan minuman

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Solidaritas Pesilat Kirim Relawan dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Tribunnews.com/HO
AKSI SOLIDARITAS - Tiga elemen masyarakat melepas tim relawan kemanusiaan dan bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, di Jakarta, Jumat (12/12/2025). Bantuan dikirim ke tiga provinsi terdampak bencana. 
Ringkasan Berita:
  • Bencana di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, mengakibatkan kerusakan luar biasa, adanya korban jiwa dan korban luka-luka
  • Kondisi tersebut memicu aksi solidaritas dari berbagai elemen masyarakat
  • Satu di antaranya dilakukan IPSI, organisasi pencak silat
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bekerjasama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM PLN) dan PT PLN, melepas tim relawan kemanusiaan dan bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Bantuan akan diberikan menuju tiga titik lokasi terdampak, yaitu, Tamiang, Kuala Simpang dan Tanjung Pura.

Wakil Pengurus Yayasan Baitul Maal PLN, Ahmad Mujahid mengakatan, Bantuan ini harapannya dapat bermanfaat untuk masyarakat korban musibah banjir dan longsor. 
 
"Kami Berharap partisipasi ini menjadi bagian rasa kemanusiaan kami, keluarga kami, keluarga bangsa Indonesia terutama Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Semoga bantuan ini bermanfaat bisa meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena musibah," kata Ahmad Mujahid ditulis Minggu (14/12/2025).

Adapun bantuan yang disalurkan langsung berfokus pada kebutuhan perempuan dan anak, seperti obat-obatan, pakaian baru, makanan dan minuman.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal PB IPSI, Teddy Suratmadji menyampaikan akan memastikan bantuan tersebut dapat disalurkan dan membantu masyarakat di wilayah terdampak.

Baca juga: Alumni AKABRI Tahun 2000 Patungan Untuk Bencana Sumatera, AHY Celingukan Cari Teman Sekamarnya

“Tentu saja ini merupakan salah satu langkah yang sangat baik insyaallah bagian kami bisa menyalurkan bantuan itu kepada yang berhak, tepat sasaran dan efektif," kata Teddy Suratmadji.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan dampak bencana di tiga provinsi tersebut sangat besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga Kamis, tercatat 969 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih hilang.

Di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 338 jiwa dan 138 orang belum ditemukan. Di Sumatera Barat, 238 orang meninggal dan 93 hilang. 

Adapun di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 391 jiwa dan 31 orang masih dinyatakan hilang.

Ketua Tim Relawan kemanusiaan gabungan PB IPSI, Shalimar Anwar Sani, mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan tanggung jawab moral bersama.

"Bencana Sumatera adalah derita kita sebagai saudara sebangsa, saya dan tim menjalankan tugas ini dengan landasan moral persaudaraan, karena kalau bukan kita yang bergerak, mau tunggu siapa?" ujarnya.

UPDATE DATA BENCANA SUMATRA 2025

Tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang disebabkan hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (24/11/2025).

Puncak intensitas tinggi hujan terjadi pada Selasa hingga Kamis (25-27/11/2025).

Peristiwa ini pun menyebabkan ratusan orang meninggal dunia maupun dilaporkan hilang, serta ribuan orang lainnya luka-luka.

Menurut data dari dashboard Update Bencana Sumatra 2025 di laman resmi BNPB, sejauh ini ada 1.005 orang meninggal dunia dan 217 orang dilaporkan hilang, dikutip Sabtu (13/12/2025) sore pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, sekitar 5.400 orang mengalami luka-luka.

Di 52 kabupaten terdampak, tercatat setidaknya kerusakan baik berat maupun ringan menimpa 158.000 rumah, 1.200 fasilitas umum, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 145 jembatan, 290 gedung/kantor, dan 219 fasilitas kesehatan.

Terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dipicu oleh deforestasi dan Siklon Tropis Senyar yang saling berkaitan.

Munculnya siklon tropis di area Khatulistiwa diduga kuat dipicu oleh pemanasan global dan krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil sehingga suhu global Bumi naik.

Selain itu, banjir bandang dan tanah longsor terjadi karena faktor manusia, yakni maraknya deforestasi atau penggundulan hutan untuk tambang maupun perkebunan, serta kerusakan tata ruang (penyempitan dan pendangkalan Daerah Aliran Sungai atau DAS), hingga rusaknya ekosistem.

Salah satu indikasi terjelas adalah anomali pada arus air banjir bandang di Sumatra, yang tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga ribuan meter kubik kayu gelondongan, beraneka ukuran dan terlihat terpotong rapi dengan kulit sudah dikupas, sampai menumpuk di berbagai titik.

Kayu gelondongan terlihat di area banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga. Gelondongan kayu teronggok di rumah-rumah warga maupun bangunan.

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan, gelondongan kayu juga terbawa arus banjir di Jembatan Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Di sisi lain, tumpukan kayu gelondongan juga terlihat memenuhi area muara sungai dan bibir pantai di Kota Padang.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas