Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anak Petinggi PKS Cilegon Tewas Ditusuk, Motif Dendam Disorot Susno Duadji

Putra Dewan Pakar PKS Cilegon tewas ditusuk 22 kali, kasus diduga bermotif dendam keluarga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Anak Petinggi PKS Cilegon Tewas Ditusuk, Motif Dendam Disorot Susno Duadji
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
SUSNO DUADJI - Putra Dewan Pakar PKS Cilegon tewas ditusuk 22 kali, kasus diduga bermotif dendam keluarga. TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN 
Ringkasan Berita:
  • Putra Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, yakni MAHM alias A (9), ditemukan tewas dengan 22 luka tusukan di rumah mewah Perumahan BBS, Cilegon
  • Eks Kabareskrim Susno Duadji menilai banyaknya luka menunjukkan adanya dendam besar terhadap keluarga korban

TRIBUNNEWS.COM - Putra Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, yakni MAHM alias A (9), ditemukan tewas dengan 22 luka tusukan di rumah mewah Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025).  

Kasus ini memicu dugaan adanya motif dendam di balik aksi pelaku. 

Baca juga: Anak Politisi PKS Cilegon yang Tewas Diduga Hanya Subtitusi, Pakar Forensik: Dia Kelompok Rentan

Susno Duadji Sebut Pelaku Mempunyai Motif Dendam

Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menilai banyaknya luka tusukan di tubuh korban menunjukkan adanya dendam besar terhadap keluarga korban.  

“Kalau hanya ingin membunuh, tidak perlu melukai sebanyak itu. Ini menunjukkan dendam yang besar,” ujarnya dalam tayangan Kompas TV. 

Staf Ahli Kapolri, Hermawan Sulistyo, menambahkan bahwa emosi pelaku tampak meledak saat melakukan aksi tersebut.  

Ia menilai polisi tidak akan kesulitan mengungkap kasus ini, termasuk menelusuri kaitan profesi ayah korban sebagai politisi dan pengusaha. 

Baca juga: Pakar Psikologi Forensik: Anak Politisi PKS di Cilegon Diduga Bukan Target Utama Pembunuhan

PKS Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Ketua Bidang Advokasi PKS, Nurul Amalia, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait motif dan kronologi lengkap peristiwa. 

Rekomendasi Untuk Anda

Suasana duka masih terasa di SD Islam Al-Azhar 40 Cilegon, tempat korban bersekolah. Kepala sekolah Ridwan Arifin mengenang A sebagai murid berakhlak baik, ceria, aktif Pramuka, dan berprestasi di kelas.  

Barang-barang pribadinya masih tersimpan rapi di loker kelas IV, menjadi jejak terakhir sang anak. 

Polisi hingga kini terus mendalami kasus ini dengan memeriksa latar belakang keluarga, lingkungan sekitar, hingga asisten rumah tangga.  

Kasus pembunuhan ini menjadi sorotan publik karena menyangkut keluarga tokoh politik lokal dan menelan korban seorang anak yang dikenal berperilaku baik.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas