Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanam 888 Bibit Mahoni, Damar, dan Manting di Lumajang, Kawendra: Demi Kelestarian Alam

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi pengingat akan rapuhnya keseimbangan lingkungan. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tanam 888 Bibit Mahoni, Damar, dan Manting di Lumajang, Kawendra: Demi Kelestarian Alam
HO/IST
GERAKAN MENANAM POHON - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian bersama Mitra Komisi VI DPR RI, Perhutani, menginisiasi Gerakan Menanam untuk Masa Depan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (20/12/25). Dalam kegiatan tersebut, Kawendra bersama Perhutani menanam 888 bibit pohon sebagai upaya menjaga kelestarian alam. 
Ringkasan Berita:
  • Gerakan Menanam sebagai Respons Bencana Lingkungan.
  • Penanaman 888 Bibit Pohon untuk Kelestarian Alam.
  • Sejalan dengan Arahan Presiden dan Ajakan untuk Generasi Muda.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi pengingat akan rapuhnya keseimbangan lingkungan. 

Berangkat dari refleksi tersebut, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian bersama Mitra Komisi VI DPR RI, Perhutani, menginisiasi Gerakan Menanam untuk Masa Depan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dalam kegiatan itu, Kawendra bersama Perhutani menanam 888 bibit pohon sebagai upaya menjaga kelestarian alam.

 

“Hari ini bersama Perhutani kami Gerakan Menanam untuk Masa Depan dari Lumajang, Jawa Timur. Hari ini kita menanam 888 bibit pohon yang terdiri dari bibit mahoni, damar, dan manting,” ujar Kawendra, Minggu (21/12/2025).

Dia menjelaskan, ketiga jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki fungsi ekologis yang berbeda dan saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Tentunya ketiga pohon itu memiliki karakter dan fungsi masing-masing, ada yang berfungsi menyerap polutan, ada yang untuk menahan longsor dengan akar yang sangat kuat, dan ada juga yang untuk reboisasi,” ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Kawendra, pengalaman bencana alam di Sumatera menjadi pelajaran penting bahwa alam harus dijaga secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya dimanfaatkan untuk dimanfaatkan semata.

“Bencana alam di Sumatera mengingatkan kita betapa rapuhnya keseimbangan bumi, dan betapa besar tanggung jawab kita untuk menjaganya. Alam bukan sekadar sumber daya, ia adalah warisan yang harus kita rawat dengan ikhtiar dan kesungguhan,” tegasnya.

Kawendra juga menegaskan bahwa semangat gerakan ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, pesan Presiden Prabowo sangat jelas bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek.

“Ini menjadi pesan dari Presiden Prabowo bahwa kita sebagai pejuang harus terus ada dan mempersiapkan bukan hanya masa kini, tetapi masa depan juga harus dijaga. Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan,” kata dia.

Dia pun berharap, gerakan penanaman pohon ini dapat menjadi contoh dan menginspirasi daerah lain untuk melakukan langkah serupa.

Baca juga: Green Policing: Brigadir Khairi Bangun Kesadaran Lingkungan Bersama Suku Akit Lewat Aksi Tanam Pohon

Kawendra juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam menjaga hutan dan lingkungan sebagai warisan berharga bagi Indonesia di masa depan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas