Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembangunan Kawasan Industri Pupuk di Fakfak Jadi Sorotan

Billy mengatakan selama ini biaya logistik pupuk menjadi salah satu beban terbesar dalam pengembangan sektor pertanian di Papua.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pembangunan Kawasan Industri Pupuk di Fakfak Jadi Sorotan
Tribunnews.com/Choirul Arifin
ILUSTRASI PUPUK - Pembangunan industri pupuk di Kabupaten Fakfak diproyeksikan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua untuk memperkuat ketahanan pangan, mendukung program food estate sekaligus menekan biaya logistik. 

Ringkasan Berita:
  • Rencana pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Papua.
  • Selama ini biaya logistik pupuk menjadi salah satu beban terbesar dalam pengembangan sektor pertanian di Papua
  • Biaya logistik yang lebih efisien bisa mendorong produk-produk pertanian Papua lebih kompetitif di pasar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau Billy Mambrasar menilai rencana pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Papua.

Pembangunan industri pupuk, ujarnya, dapat memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

Billy mengatakan selama ini biaya logistik pupuk menjadi salah satu beban terbesar
dalam pengembangan sektor pertanian di Papua.

Biaya pengiriman pupuk bahkan dapat mencapai hampir sepertiga dari total biaya produksi petani.

“Dampaknya akan besar sekali. Biaya pengiriman pupuk selama ini lebih dari sepertiga dari
biaya pertanian. Jadi bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk, maka biaya logistiknya akan
lebih murah,” kata Billy dikutip Sabtu, 17 Januari 2025.

Dengan biaya logistik yang lebih efisien, lanjut Billy, produk-produk pertanian Papua akan
menjadi lebih kompetitif.

Rekomendasi Untuk Anda

 Penurunan biaya produksi itu diharapkan akan berdampak positif pada peningkatan daya saing komoditas pertanian Papua.

Selain itu, dia meyakini produktivitas petani di Papua juga akan meningkat, seiring akses pupuk yang semakin dekat dan mudah.

“Kalau biayanya turun, otomatis harga komoditasnya kompetitif. Dan, yang kedua,
produktivitasnya pasti meningkat, karena akses pupuk lebih dekat,” kata dia.

Berdasarkan data, pembangunan industri pupuk di Kabupaten Fakfak diproyeksikan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua dan digarap oleh PT Pupuk Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, mendukung program food estate dan mendorong ekonomi Papua sekaligus menekan biaya logistik.

Proyek ini akan memproduksi 1,15 juta ton urea dan 825.000 ton amonia per tahun dengan investasi puluhan triliun rupiah dan dibangun di Distrik Tomage.

Efek Berganda

Billy mengatakan pembangunan industri pupuk tidak hanya berdampak pada sektor
pertanian, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian Papua.

Ketersediaan bahan baku pupuk berupa gas alam di Papua membuka peluang hilirisasi sumber daya alam yang bernilai tambah sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja.

"Dampak bergandanya itu luar biasa dari sisi income, revenue, sampai penyerapan tenaga kerja,” kata dia. (tribunnews/fin)

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas