Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polda Sulsel: 8 Keluarga Serahkan Data Antemortem Penumpang Pesawat ATR yang Jatuh di Sulsel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan sejauh ini sudah ada delapan keluarga yang melakukan pemeriksaan data antemortem

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Polda Sulsel: 8 Keluarga Serahkan Data Antemortem Penumpang Pesawat ATR yang Jatuh di Sulsel
HO/IST
PESAWAT JATUH - Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di jurang Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Pesawat rute Yogyakarta–Makassar yang ditumpangi pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu sempat hilang kontak sehari sebelumnya dan ditemukan jatuh sehari kemudian. 

Ringkasan Berita:
  • Polda Sulsel mengumpulkan data antemortem keluarga penumpang pesawat ATR 42-500 yang diduga kecelakaan di kawasan Bulusaraung.
  • Hingga kini, delapan keluarga telah menjalani pemeriksaan antemortem dengan koordinasi tim DVI di berbagai daerah.
  • Hasil identifikasi belum dapat disampaikan karena korban belum ditemukan dan dievakuasi.

TRIBUNNEWS.COM, SULSEL - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumpulkan data antemortem keluarga penumpang pesawat ATR 42-500 yang diduga kecelakaan di kawasan Puncak Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan sejauh ini sudah ada delapan keluarga yang melakukan pemeriksaan data antemortem ke pihak kepolisian.

Antemortem adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin "ante" (sebelum) dan "mortem" (kematian), merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan sebelum kematian, yang digunakan dalam konteks identifikasi jenazah (data diri korban) untuk memastikan kelayakan dan keamanan. 


"Update 8 orang keluarga yang sudah di lakukan pemeriksaan antemortem," kata Didik saat dihubungi wartawan, Senin (19/1/2026).

Ia mengatakan pengumpulan data antemortem ini dilakukan dengan berkoordinasi berdama tim DVI Polda wilayah lain.

Sehingga, keluarga yang tidak berdomisili di Sulawesi Selatan bisa menyerahkan data itu ke Polda wilayah domisilinya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pada prinsipnya tim DVI proaktif mendatangi keluarga korban di mana berdomisili dengan berkoordinasi dengan DVI Polda-Polda setempat," tuturnya.

Meski begitu, Didik mengatakan pihaknya belum bisa menyampaikan hasilnya lantaran belum semua penumpang ditemukan. 

"Untuk hasil belum bisa dilakukan rekonsiliasi karena korban belum ada yang dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan postmortem," jelasnya.


Identitas 10 Korban


Pesawat ATR 42-500 milik (IAT) dengan registrasi PK-THT tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

APEL PASUKAN - Suasana apel Pemberangkatan 30 SAR di pos Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi. Ayahanda Dwi Murdiono korban pesawat ATR 42-500, yakni Bambang Muchwanto berharap anaknya ditemukan dalam kondisi selamat.
APEL PASUKAN - Suasana apel Pemberangkatan 30 SAR di pos Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi. Ayahanda Dwi Murdiono korban pesawat ATR 42-500, yakni Bambang Muchwanto berharap anaknya ditemukan dalam kondisi selamat. (Tribun Timur/Muslimin Emba/Muslimin Emba)


Pesawat rute Yogyakarta - Makassar itu membawa tujuh orang kru IAT.

Mereka adalah Kapten Andy Dahananto (pilot), Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilia.

Selain itu, pesawat juga membawa tiga orang personel Tim air surveillance dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Pesawat juga membawa tiga personel Tim air surveillance dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Mereka adalah Analis Kapal Pengawas (Penata Muda Tingkat 1) Ferry Irawan, Pengelola Barang Milik Negara (Penata Muda Tingkat 1) Deden Mulyana, dan Operator Foto Udara Yoga Naufal.
 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas