Banjir Karawang Telan Satu Korban Tewas, Kemensos Dirikan Dapur Umum
Bantuan didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak luapan Sungai Cibeet
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
- Bantuan berupa makanan, tenda, selimut, dan perlengkapan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar korban.
- Banjir akibat luapan sungai ini berdampak pada ribuan warga, menyebabkan ratusan orang mengungsi dan satu korban meninggal dunia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Bantuan didistribusikan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
"Kemensos memastikan bantuan tersalurkan kepada korban banjir di Karawang. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan agar penanganan berjalan efektif, cepat dan tepat sasaran,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Mulai Disalurkan Santunan Duka Rp 15 Juta ke Korban Banjir Sumatera, Ini Rincian per Daerah
Adapun logistik yang disalurkan Kemensos meliputi 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji.
Selain itu juga ada satu unit tenda serbaguna, lima unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 75 lembar kasur dan 100 lembar selimut. Ada pula 100 paket family kit, 100 paket kid ware, serta 100 paket sandang anak.
Selain bantuan logistik, asesmen dan kaji cepat dilakukan di lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Guna pemenuhan kebutuhan pangan, Dinas Sosial Kabupaten Karawang mendirikan dapur umum lapangan sejak (19/1) di Markas Komando Taruna Siaga Bencana (Tagana) Karawang.
Dapur umum tersebut memproduksi sekitar 1.100 porsi per hari untuk satu kali makan.
Data sementara mencatat sebanyak 854 kepala keluarga (KK) atau 2.562 jiwa terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, 160 KK atau 470 jiwa mengungsi di Desa Karangligar, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat.
Banjir mengakibatkan satu korban meninggal dunia atas nama Adi Suwardi (28), warga Pangasinan Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.
Korban merupakan penyandang disabilitas mental. Santunan duka kepada ahli waris dalam proses asesmen oleh petugas.
Banjir mulai melanda pada Minggu (18/1) sekitar pukul 07.00 WIB akibat curah hujan tinggi dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi.
Baca juga: Banjir Bekasi Berdampak ke 4 Kecamatan, Kemensos Kirim Bantuan Logistik
Luapan air merendam permukiman warga di Kecamatan Telukjambe Barat dengan ketinggian sekitar 20 - 150 cm.
Hingga Selasa (20/1) pagi, sebagian wilayah dilaporkan mengalami penurunan ketinggian air.
Desa Karangligar masih tergenang hingga 150 cm. Intensitas hujan sedang hingga tinggi masih terjadi di Kabupaten Karawang.
Selain Kemensos, penanganan banjir di Karawang melibatkan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Karawang, BPBD Kabupaten Karawang, Tagana Kabupaten Karawang, serta instansi terkait lainnya.