Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guru yang Dianiaya Murid Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi, Pembiaran Jadi Alasan

Guru bernama Agus di Jambi yang dikeroyok siswanya laporkan murid, guru lain, hingga kepala sekolah. Ia merasa ada pembiaran dari pihak sekolah

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Guru yang Dianiaya Murid Laporkan Kepala Sekolah ke Polisi, Pembiaran Jadi Alasan
IST/Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
GURU DIKEROYOK - Agus Saputra, Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, yang dikeroyok siswanya. Guru bernama Agus di Jambi yang dikeroyok siswanya laporkan murid, guru lain, hingga kepala sekolah. Ia merasa ada pembiaran dari pihak sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • Guru honorer SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, melapor ke Polda Jambi usai dikeroyok siswanya.
  • Mediasi di sekolah dinilai gagal dan disertai intimidasi, sehingga Agus menempuh jalur hukum.
  • Ia melaporkan siswa dan pimpinan sekolah, serta menyebut guru lain juga diintimidasi namun memilih diam.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan dalam dunia pendidikan Indonesia yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Tanjung Jabung Timur, terus bergulir.

Terbaru, guru bernama Agus Saputra yang jadi korban penganiayaan sejumlah muridnya memilih menempuh jalur hukum dengan membuat laporan di Polda Jambi.

Upaya ini dilakukan setelah mediasi di tingkat sekolah dinilai gagal dan adanya indikasi intimidasi.

Agus menilai, perlindungan institusional membuatnya harus mencari keadilan melalui mekanisme hukum formal.

Tak hanya siswa yang mengeroyoknya saja yang dilaporkan, jajaran pimpinan sekolah juga turut ia laporkan ke Polda Jambi.

"Semua anak-anak yang terlibat, kepala sekolah, wakil kurikulum, guru-guru yang tertentu, saya laporkan semua, karena saya menuntut keadilan di sini,"

"Mereka sudah saya ajak musyawarah, namun mereka membiarkan hal ini berlanjut-lanjut," ujar Agus, dikutip dari TribunJambi.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menuding sejumlah guru di sekolahnya bungkam karena alasan keamanan.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ada guru lain yang mendapatkan perlakuan buruk dari para siswa.

Namun para guru tersebut hanya diam saja, sehingga menuturnya, seolah-olah hanya dia yang mendapat perlakuan buruk.

"Mereka mengatakan hanya saya yang mendapatkan perlakuan buruk dari anak-anak Berbak, tapi sebenarnya semua guru," tegasnya lagi.

Dilaporkan Balik

Pada Senin (19/1/2026) malam, seorang siswa berinisial LF datang ke Polda Jambi didampingi keluarga dan kuasa hukumnya untuk melaporkan Agus.

Baca juga: Guru SMK yang Dikeroyok Siswa di Jambi Laporkan Kepsek dan Rekan Seprofesi ke Polda: Mereka Bungkam

"Iya, kita akan laporan dulu," kata Dian Burlian, kuasa hukum keluarga LF, dikutip dari TribunJambi.com.

Dian mengatakan, pihak siswa sejak awal berharap persoalan ini bisa diselesaikan melalui restorative justice (RJ).

“Selama ini kita berharap penyelesaian secara restorative justice. Namun, upaya mediasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil,” ujar Dian.

Kronologi Menurut Siswa

Dian menceritakan, aksi pengeroyokan tersebut bermula saat LF menegur teman-teman kelasnya untuk tenang menjelang berakhirnya jam pelajaran dengan kalimat "woi".

Ternyata, Agus saat itu lewat di depan kelas dan langsung masuk ke ruangan serta menanyakan siapa yang mengucapkan kalimat tersebut.

LF kemudian mengakui ucapannya dan menyampaikan hal tersebut kepada guru yang bersangkutan.

"Di dalam ruangan itu ada guru lain juga. Ketika ditanya siapa yang bilang 'woi', klien kami mengaku dan kemudian langsung dipukul," kata Dian menirukan keterangan LF.

Pada siang harinya, sejumlah siswa mendesak agar Agus meminta maaf ke LF.

Namun, situasi justru memanas dan berujung cekcok hingga terjadi pengeroyokan, seperti video yang viral di beberapa waktu yang lalu.

Peristiwa tersebut, lanjut Dian, sempat dilerai namun beberapa jam kemudian Agus keluar dari area kantin sambil membawa senjata tajam dan membuat siswa berlarian menyelamatkan diri.

“Kemudian sekitar dua jam setelah kejadian, oknum guru terlihat keluar dari kantin dan membawa senjata tajam, sehingga anak-anak langsung kabur,” ujarnya, dikutip dari TribunJambi.com.

Rangkaian kejadian tersebut yang kemudian dilaporkan oleh pihaknya ke Polda Jambi.

“Sebenarnya visum sudah dilakukan sebelumnya, namun akan dilakukan kembali dan hasilnya akan kami lampirkan dalam laporan,” kata Dian.

Sebelum melapor ke Polda Jambi, pihak siswa telah dimediasi, namun Agus tidak hadir.

Kronologi Menurut Agus

Aksi pengeroyokan tersebut bermula ketika korban, Agus Saputra menegurnya dengan kalimat yang tak pantas.

Baca juga: Sosok Guru SMK yang Dikeroyok Murid di Mata Siswa, Minta Dipanggil Pangeran

"Guru olahraganya juga ada pada saat itu,"

"Pada saat itu juga saya datang ke kelasnya. Saya tanya siapa yang meneriakkan saya dengan kata-kata yang tidak pantas itu," katanya.

Seorang siswa pun mengaku ia melontarkan kalimat tak pantas tersebut.

"Refleks dia bilang saya kemudian saya tampar satu kali," tuturnya, dikutip dari TribunJambi.com.

Namun, saat istirahat, ia justru ditantang oleh muridnya.

"Terjadi mediasi sebelum ada pengeroyokan terhadap saya. Saya sudah berusaha tenang,"

"Pada saat itu saya masih berada di dalam kantor dengan ada CCTV sebagai pembuktian," jelasnya.

Saat mediasi, siswa tersebut memintanya untuk meminta maaf.

“Mereka meminta saya meminta maaf untuk hal yang tidak saya lakukan. Kemudian saya membeli alternatif kepada mereka,” lanjut Agus.

Alternatif tersebut adalah sebuah petisi untuk mengambil suara apakah para siswa tak ingin ia mengajar lagi di sekolah tersebut atau tidak.

"Membuat petisi, kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk mengajar di sana,"

"Atau, mereka mengubah perangai (perilaku) mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang," lanjutnya.

Agus juga mengaku, ia sempat diajak komite sekolah ke kantor guru.

"Saya diajak komite masuk ke ruang kantor, di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh anak kelas 1, kelas 2, kelas 3," ucapnya.

Video pengeroyokan tersebut pun viral di media sosial.

Baca juga: Siswa Ungkap Pemicu Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Dia Meninju Saya di Hidung

Agus mengaku tubuhnya memar-memar setelah dikeroyok.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Tak Hanya Murid Pelaku Pengeroyokan, Agus Ternyata Juga Laporkan Kepsek Hingga Guru ke Polda Jambi

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJambi.com, Darwin Sijabat/Srituti Apriliani Putri/Syrillus Krisdianto/Rifani Halim)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas