Ringankan Beban Warga Terdampak Bencana di Sumbar, Sandiaga Uno Salurkan Bantuan Sembako
Sandiaga Salahuddin Uno, menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nagari Anduriang.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- Penyaluran bantuan sembako untuk korban bencana di Padang Pariaman.
- Dilaksanakan dua hari dan menjangkau 200 KK.
- Respons kenaikan harga dan terbatasnya akses pascabencana.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nagari Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan OK OCE Forever Sumatera Barat dan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda.
Penyaluran tahap pertama dilakukan di Korong Sipisang Sipinang pada Rabu (21/1/2026), kemudian dilanjutkan di Korong Balah Aia pada Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini menyasar warga yang terdampak bencana banjir, longsor, dan galodo yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
Sandiaga Uno mengatakan penyaluran bantuan sembako ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya akibat kenaikan harga kebutuhan pokok pascabencana.
“Melalui kegiatan ini, kami menyediakan paket sembako senilai Rp 100.000 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap warga yang terdampak bencana,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Minggu (25/1/2026).
Sebanyak 100 kepala keluarga terdampak bencana di Korong Sipisang Sipinang menerima paket kebutuhan pokok yang berisi beras 3 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, mi instan, dan teh.
Bantuan dengan paket serupa juga disalurkan kepada 100 kepala keluarga terdampak bencana di wilayah Korong Balah Aia.
Menurut Sandiaga Uno, selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh lonjakan harga kebutuhan pokok pascabencana alam. Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana dengan akses distribusi yang terbatas," ucapnyq.
Sementara itu, Ketua OK OCE Forever Sumatera Barat, Indra Dodi, mengatakan banyak warga mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan kebutuhan pokok akibat terganggunya akses jalan pascabencana.
“Warga yang biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk ke pasar, kini harus menempuh perjalanan hingga dua jam karena akses terputus. Kondisi ini menyebabkan harga sembako meningkat,” kata Indra.
Dia menilai kolaborasi antara OK OCE Forever Sumatera Barat dan Yayasan Indonesia Setara memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Bantuan sembako ini sangat membantu warga dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terutama di awal tahun," tandasnya.
Baca tanpa iklan