Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cuaca Sering Berubah dan Lokasi Ekstrem Sulitkan Pergerakan Tim SAR Cari Korban

Sebanyak 25 korban longsor di Pasirlangu telah ditemukan Tim SAR. Pencarian terkendala cuaca dan medan ekstrem, 80 orang masih dicari

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Cuaca Sering Berubah dan Lokasi Ekstrem Sulitkan Pergerakan Tim SAR Cari Korban
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
LONGSOR BESAR - Longsoran tanah di Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama) 
Ringkasan Berita:
  • Tim SAR Gabungan mengevakuasi 14 korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, sehingga total korban ditemukan mencapai 25 orang, terdiri dari 23 selamat dan dua meninggal dunia 
  • Pencarian difokuskan di dua sektor dengan alat berat, pencarian manual, serta pemantauan drone, namun terkendala cuaca dan medan ekstrem 
  • Operasi dihentikan sementara demi keselamatan, sementara sekitar 80 orang masih dalam pencarian.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim SAR Gabungan mengevakuasi 14 korban terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Hingga Minggu (25/1/2026) total korban yang telah ditemukan mencapai 25 orang.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan dari 14 korban yang dievakuasi hari ini, tujuh di antaranya ditemukan di worksite A1, enam korban di worksite A2, dan satu korban lainnya di worksite B1.

"Secara keseluruhan, saat ini sudah ditemukan 25 korban, dengan rincian 23 orang selamat dan sisanya meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 80 orang masih dalam proses pencarian," ujar Ade Dian Permana melalui keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, pencarian telah dilakukan sejak pagi dengan memfokuskan dua sektor utama, yakni sektor alpha dan sektor bravo. 

Baca juga: Longsor di Cisarua: Perubahan Pola Makanan hingga Alih Fungsi Lahan Picu Kerentanan Lingkungan

Metode pencarian yang digunakan meliputi pengoperasian alat berat, pencarian manual oleh personel SAR, serta pemantauan udara menggunakan drone UAV.

Namun demikian, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Selain cuaca yang kerap berubah, kondisi medan di lokasi longsor dinilai cukup ekstrem dan menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Faktor cuaca dan medan menjadi tantangan utama. Berdasarkan pertimbangan teknis dan keselamatan personel, operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari," katanya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus bersiaga dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

Bencana longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat malam (23/1/2026). 

Kondisi tanah yang jenuh air memicu longsor besar pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, disertai aliran banjir bandang dari kawasan perbukitan. 

Material longsor dan lumpur menerjang permukiman warga, menimbun rumah, merusak infrastruktur, serta memutus akses jalan.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas