5 Populer Regional: Profil Kapolresta Sleman - 23 Prajurit TNI AL Tertimbun Longsor Cisarua
Berita populer regional dimulai dari profil Kapolresta Sleman hingga 23 prajurit TNI AL tertimbun longsor Cisarua.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Dimulai dari Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto akan dipanggil Komisi III DPR RI pada Rabu (28/1/2026) terkait kasus Hogi Minaya yang menjadi tersangka usai mengejar pelaku jambret.
- Kemudian ada sebanyak 23 prajurit Korps Marinir TNI AL tertimbun longsor saat latihan di Kabupaten Bandung Barat, dengan Tim SAR masih melakukan pencarian dan empat jasad telah ditemukan.
TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari profil Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto.
Pada Rabu (28/1/2026) mendatang, ia akan dipanggil oleh Komisi III DPR RI.
Pemanggilan ini terkait kasus Hogi Minaya yang jadi tersangka butut mengejar pelaku jambret di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa waktu lalu.
Kemudian ada kabar 23 anggota Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang tertimbun tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Saat kejadian, para prajurit ini sedang menggelar latihan pengamanan perbatasan, pada Sabtu (24/1/2026).
Hingga kini, petugas Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian kepada para korban.
Sementara ada jasad 4 prajurit TNI AL yang sudah ditemukan.
Berikut rangkuman berita populer selengkapnya selama 24 jam di Tribunnews.com:
1. Profil Kombes Pol Edy Setyanto, Kapolresta Sleman Dipanggil DPR Buntut Hogi Minaya Jadi Tersangka
Komisi III DPR RI bakal memanggil Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto dan Kajari Sleman, Bambang Yunianto, Rabu (28/1/2026) mendatang.
Pemanggilan itu terkait penetapan tersangka terhadap Hogi Minaya (43), warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hogi ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang, yang diduga kuat sebagai pelaku penjambretan terhadap istrinya, Arista Minaya (39).
Penetapan status hukum terhadap Hogi ini menuai sorotan, satu di antaranya dari Komisi III DPR RI.
Sebab, tindakan tersebut dilakukan dalam upaya mengejar pelaku kejahatan.
Pemanggilan terhadap Kapolresta dan Kajari Sleman itu diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman melalui akun Instagram, @habiburokhmanjkttimur, Minggu (25/1/2026).
"Nanti tanggal 28 Januari, hari Rabu, kami akan memanggil Kapolres Sleman, Kajati Sleman, dan Pak Hogi beserta kuasa hukumnya," ujar Habiburokhman, Minggu, dikutip Tribunnews.com, Senin (26/1/2026).
Profil Kombes Pol Edy Setyanto
Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo adalah seorang perwira menengah (Pamen) di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Ia menduduki jabatan Kapolresta Sleman sejak Januari 2025.
Kombes Pol Edy Setyanto menggantikan Kombes Yuswanto Ardi yang beralih tugas sebagai Dirlantas Polda DIY.
Melansir jogja.polri.go.id, mutasi orang nomor satu di Polresta Sleman ini tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor ST/2776/XII/KEP./2024 tertanggal 29 Desember 2024.
2. KABAR Gembira: Jambret HP yang Seret Bocah SD di Medan Sejauh 20 Meter Akhirnya Tertangkap
Bocah perempuan berseragam merah putih jadi korban penjambretan di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan pada Minggu (11/1/2026).
Insiden ini viral terlebih tak ada yang menyangka, Jovita Vianitan (9) bocah bertubuh mungil ini berani melawan penjambret seorang diri.
Dia menarik bagian belakang motor agar pelaku tidak sempat kabur. Namun pelaku tetap tancap gas.
Bocah itu terseret di atas aspal sekitar 20 meter, masih memegang bagian motor sementara kakinya terseret di belakang.
Dalam rekaman CCTV yang beredar terlihat, tubuh mungilnya tampak berusaha bertahan meski motor pelaku terus melaju.
Dua minggu berlalu, kabar baik datang, polisi berhasil menangkap si penjambret yang kabur usai aksinya viral.
Pelaku pencurian yang mengakibakan Jovita Vianitan bocah 9 tahun terseret 100 meter di Marelan, Kota Medan, sudah ditangkap. Pelaku inisial MIN.
Setelah dilakukan pengembangan, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Utara, akhirnya berhasil menemukan identitas pelaku.
Dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Ricko Taruna Mauruh adapun pelaku yaitu pria berinisial MIN warga Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung.
"Kami merilis tentang pengungkapan tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban luka berat serta trauma fisik dan mental atas nama JVT," ujar Ricko, Minggu (25/1/2026).
Dijelaskan Ricko, pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan.
3. Sudewo Tersangka, Warga Pati Lepas 7 Kambing dan 7 Ayam, Titip Pesan Khusus ke Presiden Prabowo
Minggu sore (25/1/2026), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kabupaten Pati memilih menggelar kegiatan yang lebih bernuansa simbolis dan filosofis.
Mereka melepas tujuh ekor kambing dan tujuh ekor ayam.
Kegiatan ini dilangsungkan di lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.
Diketahui penetapan Bupati Pati (Nonaktif) Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Pada Jumat lalu (23/1/2026), ribuan orang mengikuti Tasyakuran Rakyat yang diinisiasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Gerakan Aktivis Pati (GAP).
Mereka berdoa bersama, potong tumpeng, kemudian makan bersama. Ada pula yang menunaikan nazar dengan bercukur gundul dan berlari keliling alun-alun.
Ketua Umum LSM GJL, Riyanta, berdiri di hadapan massanya dengan pesan yang lugas namun filosofis.
Dalam sebuah acara syukuran yang ditandai dengan simbolisme tujuh ekor kambing dan ayam, Riyanta menyerukan pembersihan besar-besaran terhadap praktik korupsi di Indonesia, dimulai dari tanah Pati.
Riyanta mengawali orasinya dengan mengingatkan pentingnya kesadaran akan asal-usul kehidupan atau sangkan paraning dumadi.
Ia menekankan bahwa selama manusia masih diberi napas, maka sudah kewajibannya untuk menjadi pribadi yang baik dan tidak merugikan sesama.
4. Longsor di Cisarua, Gibran dan Menteri LH Soroti Alih Fungsi Lahan, Tim Ahli Diterjunkan
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti alih fungsi lahan di lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Alih fungsi lahan atau konversi lahan adalah perubahan peruntukan sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsi awalnya (misalnya pertanian atau hutan) menjadi fungsi lain (seperti permukiman, industri, atau infrastruktur)
Adapun longsor di Cisarua terjadi hari Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan data hari Minggu, masih ada sekitar 83 orang yang hilang. Adapun korban tewas kini mencapai 25 orang.
Saat ini area di sekitar titik longsor digunakan sebagai tempat menanam sayuran. Padahal, area itu sebelumnya dianggap sebagai kawasan hutan.
Mengenai hal ini, Hanif menyebut ada aspek urbanisasi yang cukup masif sehingga mengubah pola makan masyarakat yang sebetulnya bukan habit atau kebiasaan mereka.
"Kita makan hal yang sepertinya bukan habit kita, seperti kentang, kol, kobis, paprika. Itu semua kan daerah di subtropis. Subtropis yang kebiasaan hidupnya di ketinggian 800-2.000 meter di atas permukaan laut," kata Hanif ketika berkunjung ke lokasi longsor, Minggu, (25/1/2026), dikutip dari Tribun Jabar.
Menurut Hanif, situasi seperti itu membuat aktivitas pertanian yang naik ke gunung dan kawasan itu dibuka menjadi lahan pertanian.
"Sebenarnya ini (sayuran) bukan dari Indonesia. Jadi ini sebagian besar jenis-jenis yang kita tanam hari ini berasal dari subtropis, seperti di Amerika Selatan, Cile, Peru yang kemudian naik seribuan meter di atas permukaan laut yang seharusnya tidak bisa," kata Hanif.
5. 23 Anggota Marinir TNI AL Tertimbun Longsor di Bandung Barat: Didata Terpisah dari Korban Sipil
Pendataan 23 anggota Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang tertimbun tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu akan dilakukan secara terpisah dari pendataan korban warga sipil.
Nantinya, pendataan korban TNI AL akan dilakukan oleh tim khusus.
Sementara, pendataan korban sipil dilakukan di posko bencana.
Hal ini disampaikan oleh Incident Commander tanah longsor Desa Pasirlangu, Ade Zakir, Senin (26/1/2026).
"Itu di luar Basarnas kita, di luar. (Data korban TNI masuk ke sini?) Tidak, ada tim khusus yang menangani," kata Ade Zakir, dikutip dari TribunJabar.id.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman; nantinya tentara yang menjadi korban longsor ditangani oleh pihak TNI.
Meski demikian, proses pencarian dilakukan secara bersinergi oleh tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai instansi dan pihak.
"Koordinasinya dengan pihak Kodam, TNI. Kami fokus di pencarian yang 84 warga, meskipun dalam praktiknya kami bersinergi berkoordinasi, itu (datanya) sendiri, silakan dengan TNI," tutur Herman.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.