Tangani Longsor Cisarua, Kementerian PU Kerahkan 15 Alat Berat
Tangani longsor Cisarua, Kementerian PU turunkan 15 alat berat dan fasilitas air bersih. Puluhan korban jiwa masih didata
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan 15 alat berat serta fasilitas sanitasi dan air bersih untuk menangani longsor di Cisarua, Bandung Barat
- Penanganan dilakukan di bawah koordinasi Basarnas, menyusul longsor yang dipicu hujan deras dan menimbun permukiman warga
- BNPB mencatat puluhan korban jiwa, warga hilang, serta ratusan jiwa terdampak dalam bencana tersebut
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan pihaknya mengerahkan 15 alat berat serta sejumlah fasilitas sanitasi dan air bersih untuk menangani dampak bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Dody saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Dapat kami laporkan juga terkait bencana longsor yang baru saja terjadi di Kecamatan Cisarua, kami telah menurunkan kurang lebih 15 alat berat," kata Dody.
Selain alat berat, Kementerian PU juga mengirimkan 3 unit hidran umum, 7 unit toilet, 7 unit pompa alkon berkapasitas 16 liter per detik, serta 1 unit mobil tangki air ke lokasi bencana.
Dody menegaskan, seluruh pergerakan timnya di lapangan dilakukan di bawah koordinasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
"Semua kami koordinasikan dari waktu ke waktu dengan Basarnas. Kami disuruh standby kami standby, kami disuruh kerja kami kerja," ujarnya.
Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo: Sudah Tak Ada Lagi Daerah di Sumatera yang Terisolir akibat Banjir Bandang
Adapun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.
BNPB menyatakan peristiwa longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah.
Material longsoran kemudian menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak.
BNPB mencatat bencana itu berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.
Selain itu, berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1/2026) Tim SAR telah menemukan sebanyak total 38 kantung jenazah dan 42 warga sipil masih dalam pencarian (hilang).
Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor.
Status itu berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025.
Status itu berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Baca tanpa iklan