Ramadan Jadi Target, Pembangunan Huntara Dikebut agar Pengungsi Tidak Tinggal di Tenda
Pemerintah kebut pembangunan Huntara di Sumatra. Targetnya, seluruh pengungsi tak lagi tinggal di tenda sebelum Ramadhan
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi pascabencana di Sumatra tidak lagi tinggal di tenda sebelum Ramadhan
- Dari total 17.231 unit hunian sementara (Huntara) yang direncanakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 4.281 unit telah rampung dibangun
- Selain itu, Dana Tunggu Hunian telah disalurkan kepada 5.932 keluarga dengan verifikasi ketat agar tepat sasaran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi pascabencana di wilayah Sumatra tidak lagi tinggal di tenda sebelum Ramadhan.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) memastikan pembangunan hunian sementara (Huntara) terus dikebut di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Juru Bicara Posko Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Amran, menyampaikan secara total dari 17.231 unit Huntara yang direncanakan, sebanyak 4.281 unit telah rampung.
Di Aceh, Huntara yang selesai dibangun mencapai 3.248 unit. Di Sumatera Utara, dari 962 unit yang direncanakan, 557 unit telah selesai. Sementara di Sumatera Barat, dari 618 unit, sebanyak 476 unit sudah rampung.
“Targetnya sebelum puasa seluruh masyarakat yang masih tinggal di tenda ini bisa dipindahkan ke Huntara,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Demi Kenyamanan Warga, Kualitas Pembangunan Huntara di Sumbar Ditingkatkan
Selain pembangunan Huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang belum dapat menempati hunian sementara. Secara keseluruhan, DTH yang telah tersalurkan di tiga provinsi mencapai 5.932 penerima.
Rinciannya, di Aceh DTH yang sudah diterima sebanyak 2.559 keluarga, di Sumatera Utara 1.688 keluarga, dan di Sumatera Barat 1.685 keluarga.
Amran menegaskan penyaluran bantuan dilakukan dengan verifikasi ketat untuk memastikan akurasi data penerima.
“Dipastikan tidak ada nama yang double, tidak ada NIK yang double, tidak ada rekening yang double, sehingga semuanya bisa tersalurkan kepada sasaran yang semestinya,” katanya.
Baca tanpa iklan