Update Longsor Cisarua, Tim SAR Evakuasi 3 Korban di Hari Keenam Pencarian
BNPB: 56 kantong jenazah korban longsor Bandung Barat diserahkan ke DVI, 40 sudah teridentifikasi.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- BNPB melaporkan total 56 kantong jenazah korban longsor Bandung Barat telah diserahkan ke tim DVI, dengan 40 di antaranya berhasil diidentifikasi.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 3 korban dalam kantong jenazah pada operasi pencarian dan pertolongan hari keenam.
“Sejak hari pertama hingga hari ini (29/1) pukul 15.05 WIB terdapat total 56 kantong jenazah yang diserahkan ke tim DVI untuk selanjutnya proses identifikasi,” kata dia dalam keterangannya pada Kamis (29/1/2026).
“Kantong jenazah yang diserahkan ke tim DVI dapat berupa potongan anggota tubuh sehingga perlu dilakukan pendalaman identifikasi,”.
Menurut dia, lokasi penemuan korban longsor hari ini berada di sektor A1 dan B1. Penguatan alat berat dan anjing pelacak juga terus dikerahkan dalam upaya percepatan pencarian dan pertolongan.
“Sedikitnya 15 unit ekskavator sudah diterjunkan untuk mempercepat proses operasi pencarian,” ujarnya.
Upaya penanganan saat ini masih terus fokus terhadap operasi pencarian dan pertolongan. Kondisi cuaca yang masih terkadang turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan.
Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat dari para tim SAR gabungan yang sudah mencapai 3.229 personel.
Berdasarkan hasil Tim Disaster Victim Identification (DVI) per Rabu (28/1) pukul 22.00 WIB berhasil mengindentifikasi 40 jenazah korban longsor di Bandung Barat.
Jenazah yang sudah teridentifikasi segera diserahkan kepada pihak keluarga korban. Diperkirakan masih terdapat 24 jiwa yang masih dalam pencarian.
“Hingga kini, proses identifikasi korban dalam kantong jenazah yang sudah diserahkan ke tim DVI terus berjalan. Proses pencarian kembali dilanjutkan esok pagi dengan menyisir sektor A dan sektor B,” tambahnya.
Baca juga: 3 Kali Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini, Wilayah Longsor Cisarua Masih Diguyur Hujan
23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua, 4 Ditemukan Meninggal Dunia
Sebanyak 23 prajurit Marinir TNI Angkatan Laut menjadi korban bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, empat prajurit ditemukan meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi para prajurit tertimbun longsor saat mengikuti latihan pra-tugas pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini.
“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara yang lainnya belum ditemukan,” ujarnya di Senayan, Senin (26/1/2026).
Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan Cisarua selama dua malam berturut-turut, membuat tanah perbukitan labil hingga runtuh. Para prajurit diketahui tengah melaksanakan Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 sebagai persiapan sebelum bertugas di perbatasan RI–PNG.
Tim SAR gabungan menghadapi medan berat, cuaca buruk, dan akses jalan sempit sehingga alat berat sulit menjangkau titik longsor utama. Pencarian melibatkan drone, anjing pelacak, serta thermal scanner untuk mendeteksi korban di bawah material longsor.
Hingga Senin sore, empat prajurit ditemukan meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih hilang. Selain prajurit TNI AL, pencarian juga dilakukan terhadap warga sipil yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu.