Hari ke-8 Operasi SAR Longsor Cisarua: 10 Bodypack Ditemukan, 53 Korban Teridentifikasi
Pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C, menggunakan metode manual, anjing pelacak (K9), alat berat.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Tim SAR Gabungan menemukan 10 bodypack korban longsor Cisarua pada hari ke-8 operasi pencarian.
- Total 70 bodypack telah dievakuasi, dengan 53 korban berhasil diidentifikasi dan sekitar 10 orang masih dinyatakan hilang.
- Operasi SAR terus dilanjutkan dengan dukungan ribuan personel dan alat berat di tengah kondisi cuaca yang mendukung.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim SAR Gabungan kembali menemukan 10 bodypack korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari ke-8 operasi pencarian, Sabtu (31/1/2026).
Pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B, dan C, menggunakan metode manual, anjing pelacak (K9), hingga alat berat.
Hingga hari ini, sebanyak 3.675 personel terlibat dalam operasi SAR, didukung 17 unit ekskavator dan 22 unit K9.
Kepala Kantor SAR Bandung sekaligus SAR Mission Coordinator, Ade Dian Permana, mengatakan kondisi cuaca yang relatif cerah dan stabil sangat membantu kelancaran operasi di lapangan.
"Situasi cuaca hari ini mendukung optimalisasi pencarian dan evakuasi korban di seluruh worksite yang telah ditetapkan," ujar Ade Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).
Sepanjang Sabtu, sejak pagi hingga sore, Tim SAR Gabungan mengevakuasi 10 bodypack yang ditemukan di sejumlah lokasi kerja.
Rinciannya dua bodypack di Worksite A1, empat di Worksite A2, satu di Worksite A3, satu di Worksite B1, serta dua bodypack di Worksite B2.
Dengan temuan tersebut, total bodypack yang telah dievakuasi hingga Sabtu pukul 16.55 WIB mencapai 70 bodypack.
Sementara itu, masih terdapat perkiraan 10 orang yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Dari sisi proses Disaster Victim Identification (DVI), hingga pukul 14.30 WIB, sebanyak 53 korban dari 54 bodypack telah berhasil diidentifikasi.
Baca juga: Basarnas Perpanjang Operasi SAR Longsor di Cisarua Bandung Barat 7 Hari Ke Depan
Satu identitas tercatat berada dalam dua kantong jenazah, sementara 16 bodypack lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan sesuai prosedur.
"Operasi SAR akan terus dilanjutkan secara terukur, berbasis evaluasi lapangan, serta menyesuaikan dinamika kondisi alam dan keselamatan personel," katanya.
Bencana longsor di kawasan Cisarua ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat malam (23/1/2026).
Kondisi tanah yang jenuh air memicu longsor besar pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, yang juga disertai aliran banjir bandang dari kawasan perbukitan.
Material longsor berupa tanah, batu, dan lumpur menerjang permukiman warga, menimbun rumah-rumah, merusak infrastruktur, serta memutus sejumlah akses jalan utama di wilayah terdampak.
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 untuk jangka waktu 14 hari, guna memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Baca tanpa iklan