Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Yahukimo Mencekam, Penyerangan Terjadi di Sekolah, Satu Warga Sipil Tewas 

Aksi penyerangan terjadi di SMP YPK Yakpesmi Dekai Yahukimo, satu warga sipil bernama Daniel Datti tewas dengan sejumlah luka serius.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Yahukimo Mencekam, Penyerangan Terjadi di Sekolah, Satu Warga Sipil Tewas 
HO/IST
PENYERANGAN DI YAHUKIMO - Aksi penyerangan terjadi di SMP YPK Yakpesmi Dekai Yahukimo pada Senin (2/2/2026) satu warga sipil bernama Daniel Datti tewas dengan sejumlah luka serius. 
Ringkasan Berita:
  • Aksi kekerasan terjadi di area sekolah dan merenggut nyawa seorang warga sipil bernama Daniel Datti (41)
  • Peristiwa itu terjadi pada Senin, 2 Januari 2026 di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Yahukimo.
  • Kejadian bermula dari suara tembakan yang terdengar dari arah belakang sekolah
  • Korban berupaya menyelamatkan diri menuju ruangan guru, namun dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata dan membawa kapak.

 

TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO – Senin, 2 Januari 2026 pukul 09.00 WIT, suasana pagi di lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar mendadak mencekam. 

Kondisi ini buntut aksi kekerasan di area sekolah di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan dan merenggut nyawa seorang warga sipil, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, guru, dan siswa.

Korban diketahui bernama Daniel Datti, SE (41), kelahiran Makale, Toraja, yang saat kejadian tengah bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala, punggung, dan kedua lutut. 

Selain korban jiwa, insiden tersebut juga disertai pengrusakan kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi serta kerusakan kaca belakang sebuah mobil berwarna merah akibat lemparan batu.

 

KRONOLOGI

Rekomendasi Untuk Anda

Keterangan para saksi menyebutkan, kejadian bermula dari suara tembakan yang terdengar dari arah belakang sekolah

Korban sempat berupaya menyelamatkan diri menuju ruangan guru, namun dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata—satu membawa senjata rakitan panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam menggunakan telepon genggam. 

Aksi penyerangan terjadi di dalam ruangan guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

Baca juga: Satgas TNI Rebut Markas Utama OPM Kodap XVI Yahukimo Dini Hari, Amankan Senpi Hingga Dokumen

Menerima laporan, personel Satreskrim Polres Yahukimo langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti. 

Jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. 

Sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian dan dari pihak rumah sakit, termasuk serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga proyektil.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan tersebut.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli dan langkah pengamanan terbuka maupun tertutup guna mencegah aksi kekerasan serupa.

Baca juga: KKB Ancam Tembak Rombongan Wapres hingga Gibran Batalkan Kunjungan ke Yahukimo Papua Pegunungan 

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pihaknya juga menjalin koordinasi dengan pihak sekolah serta tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap identitas pelaku yang saat ini berstatus dalam penyelidikan. 

Aparat memastikan proses hukum berjalan dan situasi keamanan di Dekai tetap dikendalikan agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berlangsung dengan aman.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas