Tim SAR Longsor Cisarua Geser Alat Berat ke Area Berlumpur dan Optimalkan Anjing Pelacak
Tim SAR Gabungan juga akan memaksimalkan peran anjing pelacak (K-9) di sektor pencarian A3.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Memasuki hari ke-12 Operasi SAR longsor di Desa Pasirlangu, Tim SAR Gabungan mengubah pola operasi dengan memindahkan alat berat dari sektor A1 ke A2 karena masih terjadi penumpukan lumpur tebal.
- Alat berat di sektor lain tetap beroperasi, sementara anjing pelacak K-9 dimaksimalkan di sektor A3.
- Hingga Selasa (3/2/2026), ditemukan 85 kantong jenazah, 66 di antaranya telah teridentifikasi, dan 10 prajurit Marinir masih dalam pencarian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki hari ke-12 Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada hari ini Rabu (4/2/2026), Tim SAR Gabungan mengubah sedikit pola operasinya.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Y Bramantyo menjelaskan perubahan pola operasi tersebut adalah dengan menggeser sejumlah alat berat dari sektor pencarian A1 ke sektor A2.
Bramantyo menjelaskan hal itu dilakukan karena di lokasi sektor pencarian A2 masih terdapat penumpukan lumpur dan tanah yang tebal.
Hal itu disampaikannya usai briefing di Posko Basarnas Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (4/2/2026).
"Hari ini kita akan menggeser kekuatan alat berat yang ada di sektor A1 geser ke A2 karena di A2 masih terjadi penumpukan lumpur, tanah yang begitu tebal, sehingga kita berusaha memaksimalkan penggunaan alat berat," kata Bramantyo dalam video resmi Humas Basarnas pada Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, kata dia, alat berat di sektor pencarian lain tetap bekerja sesuai rencana.
Ia mengatakan Tim SAR Gabungan juga akan memaksimalkan peran anjing pelacak (K-9) di sektor pencarian A3.
"Kita juga akan memaksimalkan pelaksanaan penggunaan K-9 di sektor A3," ujar dia.
Total 85 Kantong Jenazah Ditemukan
Kantor SAR Bandung menyatakan hingga Selasa (3/2/2026) pukul 16.30 WIB kemarin, sebanyak 85 kantong jenazah (body pack) telah ditemukan.
Sementara itu, korban warga sipil yang masih dalam pencarian dinyatakan nihil.
Kantor SAR Bandung juga menyatakan berdasarkan data DVI hingga pukul 16.00 WIB sebanyak 66 jiwa dari 68 bodypack telah teridentifikasi.
Baca juga: 13 Jenazah Prajurit TNI AL Korban Longsor Cisarua Berhasil Dievakuasi, 3 Dibawa Ke Kampung Halaman
Sementara itu, sebanyak 17 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
10 Prajurit Marinir Belum Ditemukan
TNI Angkatan Laut menyatakan hingga Senin (2/2/2026) total sebanyak 13 jenazah prajurit Korps Marinir telah dievakuasi dari area longsor tersebut.
Sementara itu, sebanyak 10 lainnya masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Sebelumnya, total sebanyak 23 prajurit Korps Marinir tertimbun longsor saat mengikuti Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu.
Baca tanpa iklan