Mendagri Tito Pastikan Stok Pangan di Aceh Aman Jelang Ramadan
Tito pastikan stok pangan Aceh aman jelang Ramadan, pemerintah siapkan Rp 11,92 triliun bantuan pangan untuk 35 juta keluarga.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Mendagri Tito Karnavian memastikan stok pangan di Aceh mencukupi jelang Ramadan, meski beberapa daerah pegunungan seperti Bener Meriah perlu tambahan cadangan.
- Pemerintah pusat menyiapkan mekanisme respons cepat bila distribusi terganggu.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan stok pangan di Provinsi Aceh dalam kondisi sangat mencukupi menjelang bulan Ramadan.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kunjungan kerja Pimpinan MPR RI di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).
“Pangan sangat cukup. Saya sudah cek Bulog, stoknya aman,” kata Tito.
Meski demikian, Tito menyoroti beberapa wilayah pegunungan yang perlu perhatian khusus, salah satunya Kabupaten Bener Meriah.
Stok pangan di daerah tersebut sempat hanya 500 ton sehingga diminta segera ditambah.
Menurut Tito, daerah pegunungan seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, serta wilayah lain seperti Sibolga dan Nias memiliki kerentanan logistik saat terjadi bencana.
Dalam kondisi normal, cadangan pangan di daerah tersebut hanya cukup untuk dua hingga tiga hari.
Karena itu, Tito meminta Bulog dan Badan Pangan Nasional meningkatkan stok hingga mencukupi kebutuhan selama tiga bulan.
Ia menegaskan pemerintah pusat memiliki mekanisme respons cepat jika terjadi gangguan distribusi akibat bencana.
“Stok cukup, dan pemerintah pusat siap bergerak cepat bila ada kendala,” tandasnya.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Medan, Padang dan Palembang, Lengkap Selama Sebulan
Pemerintah Siapkan Stimulus Bantuan Pangan Rp 11,92 T
Pemerintah menyiapkan stimulus bantuan pangan senilai Rp 11,92 triliun untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga konsumsi domestik selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat sisi permintaan (demand side) di tengah momentum musiman yang biasanya mendorong aktivitas ekonomi nasional.
“Pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Program ini ditargetkan menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM), terutama kelompok desil 1 hingga desil 4 atau masyarakat berpendapatan rendah hingga menengah bawah.
Airlangga menegaskan, bantuan pangan diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus memastikan stabilitas konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran.
Penyaluran akan dimulai pada Februari 2026 dengan dukungan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran distribusi.
“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program stimulus ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” tandasnya.
Baca tanpa iklan