Apa Arti Kode Botol Kosong? Istilah yang Muncul setelah Yazid Pendaki Hilang di Mongkrang Ditemukan
Kini muncul istilah botol kosong setelah jasad Yazid Ahmad Firdaus ditemukan, lantas apa arti kode botol kosong?
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Pendaki Yazid Ahmad Firdaus akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026).
- Jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis pada Selasa pagi.
- Kini muncul istilah botol kosong setelah jasad Yazid Ahmad Firdaus ditemukan.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus pendaki hilang di gunung, menjadi sorotan beberapa waktu terakhir.
Pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus (26) dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026) lalu.
Yazid Ahmad Firdaus merupakan warga Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sempat digelar selama sepekan, namun belum membuahkan hasil dan akhirnya ditutup.
Pencarian kemudian diperpanjang selama tiga hari hingga Rabu (28/1/2026), lalu kembali diperpanjang selama tiga hari berikutnya sebelum akhirnya resmi ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
Yazid Ahmad Firdaus akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis pada Selasa pagi.
Penemuan tersebut dilakukan oleh tim relawan gabungan yang tengah melakukan pencarian secara mandiri.
"Tadi kita temukan bersama relawan, kita temukan di sungai wilayah Mitis. Kita temukan jam sekira 08.00 WIB, ini dievakuasi ke bawah," kata Hendro, Selasa, dilansir TribunSolo.com.
Muncul Istilah Botol Kosong
Kini muncul istilah botol kosong setelah jasad Yazid Ahmad Firdaus ditemukan.
Kode botol kosong tersebut lantas menjadi sorotan warganet di media sosial.
Baca juga: Yazid Pendaki Hilang di Mongkrang Ditemukan: Jasadnya Utuh, Ibu Berangkat Umroh, Doa dari Tanah Suci
Namun, istilah botol kosong ternyata memang sering digunakan oleh relawan.
Kode tersebut digunakan untuk mengistilahkan penemuan pendaki dengan kondisi sudah meninggal dunia.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Aditya, salah satu tim SAR gabungan yang ikut dalam pencarian Yazid.
"Itu kode saja penyebutannya," ujar Aditya, Selasa, dikutip dari TribunSolo.com.
Jasad Masih Utuh
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan korban ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri.
Menurutnya, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dikenali sebagai Yazid.
Saat ditemukan, jasad korban masih dalam kondisi utuh.
"Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus," ungkapnya, Selasa.
Hasil koordinasi dengan keluarga, jenazah lalu dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi selesai.
Ditemukan saat Ibunda Umrah
Rustiningsih, ibunda Yazid, kini masih menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Ibunda Yazid berangkat umrah pada 3 Februari 2026 lalu.
Kabar terkait ibunda Yazid yang tengah menjalankan ibadah umrah itu pun dibenarkan oleh kakak perempuan korban.
"Iya betul, ibu lagi umrah," kata Asytari Fauziah, masih dari TribunSolo.com.
Sementara itu, tetangga korban mengaku sempat mendengar Rustiningsih berangkat ke Tanah Suci selain untuk menjalankan ibadah umrah juga untuk mendoakan agar anaknya bisa segera ditemukan.
"Iya, saya dapat cerita dari ibu saya yang sempat ngobrol dengan beliau. Beliau berangkat umrah tanggal 3 kemarin, salah satunya bernazar doa di sana agar Yazid segera ditemukan," kata tetangga Yazid.
"Sekarang beliau masih di sana," tambah dia.
Momen Pemakaman
Para pelayat memadati lokasi pemakaman jenazah Yazid Ahmad Firdaus di Pemakaman Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Selasa (10/2/2026) malam.
Jenazah tiba di rumah duka pukul 20.03 WIB.
Salat jenazah digelar di depan rumah duka tanpa menurunkan jenazah dari ambulans.
Setelahnya, jenazah dibawa ke lokasi pemakaman.
Ketika tiba di makam, sebelum dikebumikan, ayah Yazid, Sapto Mulyono, mengumandangkan azan yang dilanjutkan dengan iqamah.
Setelah itu, satu per satu anggota keluarga ikut menguburkan jasad korban.
Doa pun dilantunkan, ditutup dengan menabur bunga.
(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto/Ahmad Syarifudin)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.