Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jelang Ramadan, Kemenag Kebut Perbaikan Rumah Ibadah Terdampak Bencana Sumatera

Kemenag targetkan rumah ibadah terdampak bencana Sumatera rampung sebelum Ramadan, fokus percepatan rehabilitasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jelang Ramadan, Kemenag Kebut Perbaikan Rumah Ibadah Terdampak Bencana Sumatera
Dok. Lanud Silas Papare
RUMAH IBADAH - Kemenag targetkan rumah ibadah terdampak bencana Sumatera rampung sebelum Ramadan, fokus percepatan rehabilitasi. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenag menargetkan rumah ibadah di Sumatera yang rusak akibat bencana selesai diperbaiki sebelum Ramadan
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut percepatan rehabilitasi melibatkan TNI-Polri, aparat Kemenag, hingga relawan. 
  • Dari 1.593 rumah ibadah terdampak, 40 rusak parah, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan rumah ibadah di kawasan terdampak bencana Sumatera selesai diperbaiki sebelum bulan Ramadan.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam jumpa pers Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

“Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadan, kami punya skala prioritas, terutama untuk rumah ibadah,” ujar Nasaruddin.

Kemenag menggandeng TNI-Polri, aparat Kemenag hingga tingkat KUA, serta organisasi kemasyarakatan keagamaan. Imam, muazin, penyuluh agama, penghulu, guru madrasah, santri, dan relawan turut berperan dalam pembersihan dan perbaikan.

Data Kemenag mencatat 773 madrasah, 1.773 pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 KUA terdampak bencana.

Sebanyak 110 madrasah dan 170 pesantren rusak berat, sementara 40 rumah ibadah (16 masjid dan 24 gereja) rusak parah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga kini, rehabilitasi bertahap telah dilakukan terhadap 650 madrasah, 1.066 pesantren, 1.553 rumah ibadah, dan 101 KUA. Satu KUA yang rusak berat dialihkan ke lokasi sewaan agar pelayanan tetap berjalan.

Dalam pembangunan madrasah, Kemenag bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk urusan teknis dan anggaran.

Kemenag menyiapkan Rp85,5 miliar untuk 123 madrasah rusak parah, Rp74,1 miliar untuk 170 pesantren, Rp20 miliar untuk 40 rumah ibadah, serta Rp3 miliar untuk relokasi satu KUA.

Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, dengan total bantuan pendidikan Islam mencapai Rp13,1 miliar, disusul Sumatera Barat Rp4,2 miliar dan Sumatera Utara Rp600 juta.

Baca juga: Momen Ramadan Keluarga Nycta Gina Makin Kompak, Mereka Hobi Eksperimen Minuman di Rumah

Awal Puasa Ramadan 2026

Kalender Hijriah 1447 H menunjukkan 1 Ramadan 2026 bertepatan pada 18 atau 19 Februari.

Namun, kepastian awal puasa bergantung pada metode penentuan yang digunakan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan melaksanakan tarawih perdana pada 17 Februari malam dan mulai berpuasa keesokan harinya.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menentukan awal Ramadan lewat sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sidang tersebut melibatkan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan Mahkamah Agung.

Keputusan pemerintah didasarkan pada kombinasi metode hisab dan rukyatul hilal di 37 titik pemantauan.

Selain menetapkan awal Ramadan, Muhammadiyah juga sudah menentukan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga umat Muhammadiyah akan berpuasa penuh selama 30 hari.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas