Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ayah Ingin Keadilan, Ibu Tiri Sebut Kematian Anak sebagai Takdir

Ayah menyesal cabut laporan lama, bocah 13 tahun di Sukabumi tewas diduga dianiaya ibu tiri. Pelaku bantah dan sebut takdir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ayah Ingin Keadilan, Ibu Tiri Sebut Kematian Anak sebagai Takdir
TribunJabar.id/DIAN HERDIANSYAH
AYAH KORBAN - Anwar Satibi (38), ayah NS (12). Meninggalnya bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih dalam penyelidikan. Dugaan penganiayaan terhadap NS menjurus pada sang ibu tiri. 

Ringkasan Berita:
  • NS (13) asal Sukabumi meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan oleh ibu tirinya, TR (47), yang kini berstatus tersangka
  • Sang ayah menyesal pernah berdamai dalam laporan kekerasan sebelumnya, sementara korban sempat menunjuk pelaku sebelum kritis 
  • TR membantah tudingan dan menyebut kematian sebagai takdir, sedangkan proses hukum masih berjalan.

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Seandainya laporan itu tak berakhir damai, mungkin NS (12) masih hidup hari ini.

Ayahnya kini menyesal setelah dugaan penganiayaan oleh ibu tiri yang dulu sempat ia laporkan, kembali berujung maut dengan cara yang jauh lebih kejam.

Anwar Satibi (38) tak bisa menyembunyikan rasa sesalnya.

Setahun lalu, ia sebenarnya sudah membawa kasus kekerasan terhadap anaknya ke ranah hukum. Saat itu, tubuh NS penuh lebam setelah diduga dihantam benda tumpul.

Pemicu pertengkaran terbilang sepele, cekcok dengan salah satu anak angkat istrinya.

Namun perkara itu tak pernah sampai ke pengadilan. Melalui mediasi yang difasilitasi tokoh masyarakat, istrinya memohon agar laporan dicabut. Ia bersujud, berjanji akan berubah dan memperlakukan semua anak dengan adil.

Baca juga: Pengakuan Ibu Kandung Bocah Tewas di Sukabumi, Ibu Tiri Pernah Dilaporkan Kasus Penganiayaan

Rekomendasi Untuk Anda

Anwar yang berharap rumah tangganya bisa kembali tenang, memilih berdamai.

“Saya pikir dia benar-benar mau tobat. Saya enggak tega juga kalau harus dipenjara,” ucap Anwar pelan.

Belakangan, ia menyadari ada pola yang tak pernah benar-benar hilang.

Setiap kali terjadi perselisihan antara NS dan dua anak angkat istrinya, yang dimarahi dan dihukum hampir selalu anak kandungnya sendiri.

Menurut Anwar, sikap pilih kasih itu kerap memicu kekerasan.

Kalau anaknya bertengkar dengan kakak angkatnya yang sudah duduk di bangku SMA, NS yang masih kelas 6 SD justru menjadi sasaran amarah.

“Yang dihantam selalu anak saya,” katanya, mengingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya.

Puncaknya terjadi pada peristiwa yang kini diselidiki aparat kepolisian.

NS mengalami luka bakar parah sebelum akhirnya meninggal dunia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas