Ayah Ingin Keadilan, Ibu Tiri Sebut Kematian Anak sebagai Takdir
Ayah menyesal cabut laporan lama, bocah 13 tahun di Sukabumi tewas diduga dianiaya ibu tiri. Pelaku bantah dan sebut takdir
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- NS (13) asal Sukabumi meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan oleh ibu tirinya, TR (47), yang kini berstatus tersangka
- Sang ayah menyesal pernah berdamai dalam laporan kekerasan sebelumnya, sementara korban sempat menunjuk pelaku sebelum kritis
- TR membantah tudingan dan menyebut kematian sebagai takdir, sedangkan proses hukum masih berjalan.
TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Seandainya laporan itu tak berakhir damai, mungkin NS (12) masih hidup hari ini.
Ayahnya kini menyesal setelah dugaan penganiayaan oleh ibu tiri yang dulu sempat ia laporkan, kembali berujung maut dengan cara yang jauh lebih kejam.
Anwar Satibi (38) tak bisa menyembunyikan rasa sesalnya.
Setahun lalu, ia sebenarnya sudah membawa kasus kekerasan terhadap anaknya ke ranah hukum. Saat itu, tubuh NS penuh lebam setelah diduga dihantam benda tumpul.
Pemicu pertengkaran terbilang sepele, cekcok dengan salah satu anak angkat istrinya.
Namun perkara itu tak pernah sampai ke pengadilan. Melalui mediasi yang difasilitasi tokoh masyarakat, istrinya memohon agar laporan dicabut. Ia bersujud, berjanji akan berubah dan memperlakukan semua anak dengan adil.
Baca juga: Pengakuan Ibu Kandung Bocah Tewas di Sukabumi, Ibu Tiri Pernah Dilaporkan Kasus Penganiayaan
Anwar yang berharap rumah tangganya bisa kembali tenang, memilih berdamai.
“Saya pikir dia benar-benar mau tobat. Saya enggak tega juga kalau harus dipenjara,” ucap Anwar pelan.
Belakangan, ia menyadari ada pola yang tak pernah benar-benar hilang.
Setiap kali terjadi perselisihan antara NS dan dua anak angkat istrinya, yang dimarahi dan dihukum hampir selalu anak kandungnya sendiri.
Menurut Anwar, sikap pilih kasih itu kerap memicu kekerasan.
Kalau anaknya bertengkar dengan kakak angkatnya yang sudah duduk di bangku SMA, NS yang masih kelas 6 SD justru menjadi sasaran amarah.
“Yang dihantam selalu anak saya,” katanya, mengingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya.
Puncaknya terjadi pada peristiwa yang kini diselidiki aparat kepolisian.
NS mengalami luka bakar parah sebelum akhirnya meninggal dunia.