Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pertamina Cilacap Jamin Stok BBM Aman Sampai Lebaran 2026, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Kilang Pertamina Cilacap memastikan pasokan BBM aman selama bulan Ramadan hingga Lebaran Hari Raya Idulfitri 2026, masyarakat dihimbau tidak panik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Ringkasan Berita:
  • PT Pertamina memastikan pasokan BBM aman selama bulan Ramadan hingga perayaan Lebaran Hari Raya Idulfitri 2026.
  • Pemerintah dan Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. 
  • Kilang Cilacap, Jawa Tengah terus meningkatkan kesiapan operasional guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

TRIBUNNEWS.COM - Selama bulan Ramadan hingga perayaan Lebaran Hari Raya Idulfitri 2026, PT Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat di berbagai daerah tetap dalam kondisi aman dan terkendali. 

Kepastian ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran sebagian masyarakat terkait isu keterbatasan cadangan BBM nasional yang sempat beredar di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

Sejumlah unit operasional Pertamina di berbagai wilayah, mulai dari Kilang Cilacap, wilayah Bekasi dan Karawang, hingga Sabang, menegaskan bahwa ketersediaan BBM masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Selain itu, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar selama periode Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Pemerintah dan Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. 

Aksi panic buying dikhawatirkan justru dapat mengganggu distribusi energi yang sebenarnya sudah direncanakan dan dikelola secara terukur.

Kilang Cilacap, Jawa Tengah Optimalkan Produksi Energi

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan bahwa Kilang Cilacap, Jawa Tengah terus meningkatkan kesiapan operasional guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan bahwa kilang tersebut beroperasi secara maksimal untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM selama Ramadan hingga Lebaran.

"Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM, Kilang Cilacap menambah stok dengan mengoptimalkan operasional kilang selama 24 jam nonstop," ujar Agustiawan, dikutip dari Tribun Banyumas.com Senin (9/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi penting agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran.

Selain meningkatkan produksi, Pertamina juga terus memantau dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi, termasuk perkembangan konflik yang berdampak pada jalur pelayaran kapal tanker di kawasan Selat Hormuz.

Baca juga: Bahlil Sebut Stok BBM Cukup untuk 20 Hari, Menkeu Purbaya: Itu Stok Normal, Kalau Stok Setahun Rugi

"Koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta keamanan aset," jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pertamina juga mengoptimalkan berbagai jalur distribusi energi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun impor.

"Di antaranya dengan mengoptimalkan sumber pasokan dari berbagai jalur, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ungkap Agustiawan.

Stok BBM di Sabang, Aceh Dipastikan Aman

Hal serupa juga disampaikan oleh Fuel Terminal Manager Sabang, Jusroni Marbun. 

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang menyebutkan cadangan BBM nasional hanya cukup untuk sekitar 20 hari.

“Stok BBM di Sabang aman dan dipastikan bertahan sampai Lebaran. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu yang beredar,” ujar Jusroni Marbun kepada Serambinews.com, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa distribusi BBM di wilayah Sabang berlangsung secara berkelanjutan melalui pengiriman kapal tanker dari terminal suplai Pertamina. Dengan sistem tersebut, pasokan BBM selalu diperbarui sebelum stok yang ada benar-benar habis.

“Bahkan sebelum stok habis, kami sudah mendapatkan suplai kembali melalui kapal tanker. Dengan sistem ini, ketahanan stok BBM di Sabang bisa bertahan hingga dua minggu setelah Lebaran dan tetap dalam kondisi aman,” tambahnya.

Isu mengenai cadangan BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari sebenarnya merupakan kapasitas standar penyimpanan energi nasional, bukan berarti pasokan akan habis dalam periode tersebut.

Selama ini distribusi energi terus berjalan melalui produksi kilang domestik maupun impor, sehingga pasokan energi selalu diperbarui secara berkala.

Kondisi SPBU Bekasi dan Karawang, Jawa Barat Masih Normal

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga juga memastikan ketersediaan BBM di wilayah Bekasi dan Karawang, Jawa Barat tetap aman. 

Sales Branch Manager (SBM) V Gas Karawang PT Pertamina Patra Niaga, Arnaldo Andika Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penambahan stok untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Lebaran.

Pihaknya juga telah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 kilogram guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Jadi ini sudah pasti akan cukup dan bisa membantu kebutuhan masyarakat khususnya yang menjalankan momentum mudik lebaran," kata Arnaldo dikutip wartakotalive.com, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa memang terjadi peningkatan pembelian BBM di wilayah Bekasi dan Karawang, namun jumlahnya masih dalam batas yang wajar.

"Peningkatan itu ada, tapi memang tidak signifikan. Jadi kami melihat memang secara konsumen yang ada di sini (Karawang dan Bekasi), mereka masih membeli pada taraf kewajaran sesuai kebutuhan," ujarnya.

Pantauan di sejumlah SPBU di wilayah tersebut juga menunjukkan aktivitas yang relatif normal, meskipun antrean kendaraan terlihat meningkat pada jam-jam sibuk seperti waktu berangkat dan pulang kerja.

Pemerintah Pastikan Ketahanan Energi Nasional Stabil

Di tingkat nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar mengenai kelangkaan BBM.

Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasar energi global.

Bahlil menegaskan bahwa kapasitas penyimpanan minyak mentah Indonesia memang berada pada kisaran tertentu yang sudah menjadi standar nasional.

"Kemampuan storage kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran baru, karena ini standar yang sudah kita jalankan sejak lama," ujar Bahlil.

Untuk menghadapi potensi gangguan pasokan dari wilayah konflik, pemerintah bersama Pertamina telah melakukan strategi diversifikasi sumber impor minyak mentah.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mengalihkan pasokan dari kawasan Timur Tengah ke negara lain seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil. 

Selain itu, produksi solar juga semakin didominasi oleh produksi dalam negeri, sementara pasokan bensin dioptimalkan melalui jalur impor dari Singapura dan Malaysia serta produksi kilang domestik.

"Kami sudah switch. Jadi kalau ada isu kelangkaan karena perang di sana, itu tidak benar. Stok kita aman karena sumbernya sudah kita diversifikasi," tambahnya.

Masyarakat Diminta Gunakan BBM Secara Bijak

Pertamina dan pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. 

Selain dapat mengganggu distribusi energi, tindakan penimbunan BBM juga melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Pemerintah hadir bersama rakyat. Jangan ada suasana kebatinan yang tidak pas. Semuanya terkendali," tutup Bahlil.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Banyumas.com dengan judul "Pertamina Cilacap Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadan 2026", SerambiNews.com: "Pertamina Pastikan Stok BBM di Sabang Aman hingga Lebaran", WartaKotalive.com: "Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Warga Karawang dan Bekasi Diminta Jangan Punik Buying".

(Tribunnnews.com/Muhammad Alvian Fakka)(Tribun Banyumas.com/Rayka Diah Setianingrum)(SerambiNews.com/Aulia Prasetya)(WartaKotalive.com/Muhammad Azzam)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas