Mencicipi Bakso Son Haji Sony, Primadona Masyarakat Lampung yang Jadi Incaran Pemudik
Ciri khas utama Bakso Sony terletak pada kuahnya yang tidak bening. Kuah keruh ini menjadi bukti kekayaan kaldu yang dimasak perlahan.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Bakso Son Haji Sony menjadi kuliner khas Lampung yang wajib dicicipi, terutama oleh para pemudik.
- Bakso ini terkenal dengan kuah kaldu keruh yang kaya rempah serta tekstur daging yang kenyal dan terasa sangat “ngedaging”.
- Banyak pelanggan bahkan membeli paket bakso beku untuk dibawa mudik karena rasanya dianggap konsisten dan legendaris.
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Tak lengkap rasanya jika menginjakkan kaki di Bumi Ruwa Jurai tanpa menyesap semangkuk Bakso Son Haji Sony.
Kuliner satu ini bukan sekadar makanan, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Lampung yang kini menjadi 'destinasi wajib' bagi para pemudik.
Minggu (15/3/2026), Tribunnews berkesempatan mencicipi langsung kelezatan bakso legendaris ini di gerai Bakso Sony Pramuka, Rajabasa.
Begitu mangkuk disajikan, aroma rempah yang kuat langsung menusuk hidung, menggugah selera.
Ciri khas utama Bakso Sony terletak pada kuahnya yang tidak bening. Kuah keruh ini menjadi bukti kekayaan kaldu yang dimasak perlahan.
Saat sesapan pertama mendarat di lidah, rasa gurih alami yang kaya rempah langsung mendominasi.
Daging baksonya pun memiliki karakter yang sangat kuat. Tidak seperti bakso pada umumnya yang banyak campuran tepung, Bakso Sony terasa sangat "ngedaging".
Teksturnya yang berurat memberikan sensasi krenyes dan kenyal saat digigit, sebuah standar kualitas yang dijaga selama puluhan tahun.
Kepopuleran Bakso Sony bukan sekadar isapan jempol. Hal ini dibuktikan oleh Emy (65), seorang warga Rajabasa yang ditemui Tribunnews sedang memborong paket bakso beku (frozen) untuk dibawa mudik lebaran 2026 ke Jakarta.
Emy rela merogoh kocek lebih dalam demi menuntaskan kerinduan anak-anaknya di perantauan.
Ia menceritakan bagaimana ia setia menjadi pelanggan meski harga paket bakso beku terus merangkak naik, dari Rp70.000 hingga kini menyentuh Rp150.000 per paket.
Baca juga: Kuliner Hawker Singapura Mulai Masuk Jakarta, Apa yang Membuatnya Populer?
"Kebetulan aku punya anak di Jakarta, jadi Lebaran ini aku ke sana. Anak titip suruh beli, gitu. Rasanya dari dulu memang tidak pernah berubah," ujar Emy antusias.
Bagi Emy, tidak ada bakso lain di Lampung yang mampu menandingi cita rasa Son Haji Sony. Baginy, harga bukan masalah selama kualitas daging dan bumbu rempahnya tetap terjaga.
"Kayaknya sih selama aku tinggal di sini, makan bakso tuh paling enak ya Sony," tambahnya.
Cerita Emy adalah satu dari ribuan kisah pemudik yang menjadikan Bakso Sony sebagai "bekal rindu".
Kini, bakso kebanggaan Lampung ini siap menyeberangi Selat Sunda, membawa kehangatan kuah rempah dan gurihnya daging sapi ke meja makan keluarga di ibu kota.
Baca tanpa iklan