ASDP Bakauheni Catat Lonjakan Kendaraan, Sepeda Motor Jadi Penyumbang Tertinggi
Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor kendaraan roda dua yang mencapai 62,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa hingga periode 15 Maret
- Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor kendaraan roda dua yang mencapai 62,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
- Secara total, kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 9.092 unit, naik 17,4 persen dibandingkan periode tahun lalu.
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa hingga periode 15 Maret.
Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor kendaraan roda dua yang mencapai 62,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Menjelang Puncak Mudik, 33.608 Kendaraan Masuk Semarang Via GT Kalikangkung
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan, pihaknya telah melayani sebanyak 131 trip perjalanan dengan total 46.641 penumpang di Pelabuhan ASDP Bakauheni.
"Realisasi penumpang naik 14,9 persen. Sementara untuk roda dua mencapai 877 unit atau naik 62,7 persen, dan roda empat sebanyak 5.210 unit atau naik 15,4 persen dibanding tahun lalu," kata Partogi dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Mudik Gratis Presisi 2026 Diserbu Warga, 32.721 Pemudik Berangkat dengan 663 Bus dan Kapal
Selain kendaraan pribadi, kenaikan juga terjadi pada kendaraan besar. Truk tercatat sebanyak 2.374 unit (naik 13,4 persen) dan bus mencapai 631 unit (naik 5,2 persen).
Secara total, kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 9.092 unit, naik 17,4 persen dibandingkan periode tahun lalu.
Sedangkan jika digabung dengan pelabuhan bantuan (WIKA Beton dan BBJ), total penumpang tercatat sebanyak 183.822 orang dan total kendaraan 40.870 unit.
Mengenai pergerakan penumpang, Partogi memprediksi puncak arus mudik dari Sumatera akan terjadi pada 18-19 Maret. Sedangkan untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada akhir bulan.
"Puncak arus balik diprediksi jatuh pada tanggal 27, 28, dan 29 Maret. Itu hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, karena Senin masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali," jelasnya.
Terkait kebijakan tarif, ASDP akan menerapkan single tarif pada periode arus balik, tepatnya mulai tanggal 23 hingga 31 Maret.
Untuk menunjang kelancaran operasional, ASDP menyiagakan tujuh dermaga utama. Dua di antaranya, yakni Dermaga 3 dan 6, akan difungsikan secara situasional sebagai TBB (Tujuan Bongkar Barang) untuk mengurai kepadatan dari arah Pelabuhan Merak.
Baca juga: Mudik Lebaran, Pengiriman Hewan Peliharaan Lewat Kereta Meningkat
Dari sisi keamanan, Partogi memastikan pengawasan ketat dengan menyiagakan personel gabungan TNI, Polri, KSKP, serta bantuan teknologi.
"Kami pasang sekitar 200-an CCTV untuk memonitor seluruh area pelabuhan. Sejauh ini kondisi operasional masih normal, lancar, dan cuaca cukup bersahabat," pungkasnya.
Baca tanpa iklan