Momen Ramadan, Wabup Batang Salurkan Sembako ke Warga Pelosok Membutuhkan
Wakil Bupati Batang salurkan 200 paket sembako harian ke pelosok desa guna jaga stabilitas sosial dan bantu warga kurang mampu. Cek di sini!
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Distribusi Bantuan: Sebanyak 200 paket sembako dan takjil disalurkan setiap hari menyasar warga pelosok di Batang.
- Respons Ekonomi: Langkah ini bertujuan menekan dampak fluktuasi harga komoditas pangan yang meningkat selama bulan Ramadan.
- Target Sasaran: Penyaluran fokus pada wilayah dengan indeks kemiskinan tinggi guna menjamin pemerataan bantuan sosial lokal.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Aktivitas penyaluran bantuan sosial mewarnai suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah (H) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Wakil Bupati (Wabup) Batang, Suyono, melakukan pembagian paket takjil dan sembako rutin dengan menyasar wilayah pelosok, Selasa (17/3/2026).
Sebanyak 200 paket bantuan dialokasikan setiap hari bagi anak-anak yatim piatu serta warga kurang mampu.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang sering terjadi selama bulan puasa.
Metode penyaluran dilakukan secara langsung ke pemukiman warga guna memastikan distribusi tepat sasaran.
Suyono dalam keterangannya menyampaikan bahwa interaksi lapangan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial untuk merespons kondisi ekonomi masyarakat secara langsung.
"Kepedulian saat melangkah adalah doa dari rakyat kecil. Saya melihat langsung masih banyak warga yang membutuhkan karena keterbatasan. Langkah ini menjadi upaya untuk merespons kondisi ekonomi masyarakat secara langsung," ujar Suyono.
Di sisi lain, bantuan ini dinilai membantu warga di tengah keterbatasan daya beli.
Maryam (45), salah seorang warga penerima di pelosok Batang, menyebutkan bahwa bantuan pangan tersebut sangat berarti di tengah fluktuasi harga beras dan minyak goreng.
"Bantuan ini membantu karena harga-harga di pasar sedang naik semua. Setidaknya ini bisa mengurangi biaya dapur untuk beberapa hari ke depan," ujarnya.
Baca juga: Momen Ramadan, Pemerintah Pastikan Beri Perhatian untuk Pesantren
Secara objektif, konsistensi penyaluran bantuan selama satu bulan penuh ini memberikan dampak pada stabilitas ketahanan sosial di tingkat desa.
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, distribusi tahun ini lebih difokuskan pada wilayah yang memiliki indeks kemiskinan lebih tinggi guna menjamin pemerataan.
Momentum Ramadan ini pun diarahkan untuk memicu semangat kesetiakawanan sosial (solidaritas antarsesama) di tingkat lokal sebagai upaya menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan lapangan yang terukur.