5 Fakta Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 17 Orang Terluka, Pertamina Minta Maaf
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi melukai 17 orang, menghanguskan puluhan bangunan, masih diselidiki, dan Pertamina siap bertanggung jawab.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat terjadi di SPBE Cimuning Bekasi pada 1 April 2026 malam, menghanguskan area dan puluhan bangunan serta melukai 17 orang.
- Api baru berhasil dipadamkan setelah 5 jam oleh 18 unit damkar dengan penanganan khusus untuk mencegah ledakan susulan.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, sementara Pertamina meminta maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab atas dampak kejadian.
TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik Pertamina di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Akibat kejadian ini, puluhan rumah warga terbakar dan melukai 17 orang.
Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kebakaran SPBE Cimuning Bekasi.
Polisi dari jajaran Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman.
Sementara itu, pihak Pertamina sudah meminta maaf dan siap bertanggungjawab atas kebakaran SPBE yang sudah beroperasi sejak tahun 2009 itu.
Berikut 5 fakta Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi dirangkum dari TribunBekasi.com, Kamis (2/4/2026):
Baca juga: Korban Kebakaran Disertai Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Dibawa ke RS Permata, Kartika Husada dan RSUD
1. Video Kejadian Viral di Media Sosial
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video detik-detik kejadian tersebar luas di media sosial.
Sejumlah akun Instagram, seperti @infobekasi membagikan rekaman saat SPBE Cimuning Bekasi terbakar.
Suasana tenang di perumahan BTR 1 Bekasi tiba-tiba berubah.
Terlihat api dari arah SPBE Cimuning.
Sangking besarnya, langit sempat berwarna oranye.
Tidak lama kemudian diikuti suara bergemuruh yang membuat warga penasaran.
"Kebakaran-kebakaran," teriak warga.
Hingga Kamis sore, video di atas sudah ditonton hingga ratusan ribu kali.
2. 5 Jam Baru Padam
Tim pemadam kebakaran Kota Bekasi yang menerima laporan langsung menuju lokasi.
Total ada 18 unit mobil pemadam dan 100 personil didatangkan untuk memadamkan api.
PLT Kepala Dinas Pemadaman dan Penyelamatan (Kadis Damkarmat) Kota Bekasi, Heryanto menjelaskan, pihaknya berjibaku selama 5 jam sebelum akhirnya api dapat dipadamkan.
"Disdamkarmat mendapatkan laporan awal pada Rabu (1/4/2026) sekira pukul 20.00 WIB, lalu saat ini pada Kamis (2/4/2026) sekira pukul 01.00 WIB, kami sudah melakukan proses pendinginan api," urainya.
Heryanto melanjutkan, proses pemadaman dilakukan secara sangat hati-hati.
Bahkan perlu menggunakan foam atau liquid detergen dalam prosesnya.
Semua dilakukan agar tidak ada ledakan susulan.
"Tentunya memadamkan api dgn kejadian gas seperti ini perlu penanganan khusus," tegasnya.
Informasi tambahan, kebakaran ini menganguskan area SPBE seluas 2.000 meter dan puluhan bangunan milik warga.
Meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah.
Baca juga: Aksi Kamisan Kota Bekasi Hari ini: Doa Bersama untuk Korban Ledakan SPBE Cimuning
3. 17 Orang Terluka
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo melaporkan ada 17 orang alami luka bakar akibat kejadian ini.
Mereka menderita luka bakar bervariasi dengan paling banyak di atas 50 persen.
Para korban sudah dilarikan ke rumah sakit guna mendapat pertolongan medis.
"Ada ibu dan balita ada, balitanya tadi alhamdulillah tidak terkena luka bakar," tambah Kombes Kusumo.
4. Penyebab Masih Misteri
Hingga kini, penyebab terbakarnya SPBE Cimuning Bekasi masih misteri.
Jajaran Polda Metro Jaya masih bekerja mengungkapnya.
"Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab kejadian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
Namun, ada dugaan penyebab kebakaran karena kebocoran gas.
Seorang warga sekitar lokasi kejadian, Bayu bersaksi, sebelum api muncul ia melihat gas membumbung di sekitaran SPBE Cimuning.
"Saya baru datang, tiba-tiba sudah ada gas di jalanan depan SPBE, tepatnya di depan gerbang. Awalnya sedikit, lalu saya masuk."
"Lama-lama gasnya menyebar, sudah masuk sampai ke area sini (depan rumah)," kata Bayu
Tidak lama kemudian terjadilah kebakaran di area luas karena gas sudah menyebar sebelumnya.
"Katanya sih pas pengisian terjadi kebocoran, tapi ditinggal. Bau gasnya menyengat, dari asapnya saja sudah menyebar ke mana-mana," tandas Bayu.
Baca juga: Dahsyatnya Ledakan SPBE Cimuning Bekasi: 3 Kali Ledakan, Dentuman Seperti Bom, Kilat Cahaya
5. Pertamina Minta Maaf
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria menyampaikan permintaan maafnya.
Ia juga menegaskan, Pertamina akan bertanggung jawab atas kejadian ini.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat akan mendata korban dan bangunan warga yang rusak.
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat menyampaikan mohon maaf atas insiden yang terjadi," katanya.
"Sudah pasti perawatan korban itu Pertamina itu tanggung jawab, lalu untuk kerusakan rumah ini kan harus dilihat dulu," lanjut Susanto.
Susanto menambahkan, SPBE sudah beroperasi selama kurang lebih 7 tahun.
Operasionalnya dikelolah oleh mitra swasta.
Susanto membeberkan, SPBE menjadi lokasi pengisian gas LPG.
"Lalu itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan," tandasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Ungkap Penyebab Kebakaran SPBE Bekasi, Polres Metro Bekasi Gandeng Labfor
(Tribunnews.com/Endra)(TribunBekasi.com/Ramadhan L Q/Rendy Rutama )
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.